Kamis, 04 Oktober 2012

MENGUPAS MAKNA TENTANG SABDO PALON DAN KALIMASADA






Pengertian Tentang Sabda / Sabdo Palon dan Hubungan Dengan Kalimasada ..

Semar pembawa amanat tentang Kalimasada
Dalam menganalisa tentang hikmah dalam suatu kalimat atau makna yang terkandung dari kalimat yang banyak mengandung arti memang sejatinya kita harus belajar membuka diri dulu, karena perbedaan dalam satu persamaan kata kalau dilihat dari kacamata budaya yang berbeda tentunya itu mengandung arti yang berbeda pula.
Begitupun dalam tulisan artikel yang telah saya sunting dibawah ini, bukan untuk runutan atau peng-artian sebagai pedoman, postingan ini hanya sebagai penambah wawasan kita saja.



--- Ya Tuhan, Semoga Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai untuk selamanya ---
Ini Merupakan awal proses Kita di masa depan untuk menghadapi kenyataan yang akan datang...
Dikutif dari Buku Ramalan Ghaib Sabdo Palon Noyo Genggong
Dimuat di Media Hindu Nopember 2008







MEMBEDAH SEJATINYA SABDO PALON BERDASARKAN BEBERAPA VERSI;
Tulisan ini saya ambil dari Syaiful Bahri

MEMBEDAH SEJATINYA SABDO PALON
SIAPAKAH SABDO PALON?
SIAPAKAH NOYO GENGGONG?
(Benang Merah Sabdo Palon, Uga Wangsit Siliwangi, Ramalan Joyoboyo, Kalki Avatar, Imam Mahdi dan cerita-cerita tentang Akhir Jaman)
Baca Selengkapnya
Untuk Mengetahui Sabdo Palon sejenak Kita akan membahas Grojogan Sewu terlebih dahulu.
Grojogan Sewu yang selama ini terkenal sebagai salah satu air terjun yang indah di Kecamatan Tawang Mangu Solo-Jawa tengah ternyata juga menjadi nama salah tokoh namanya Grojogan Sewu (Nama gelar) karena memang tempat itu menjadi lokasi Tapa Bratanya dalam rangka mencapai Ilmu Kesempurnaan.Grojogan Sewu adalah seorang sais dokar, kisah awal nya di mulai ketika beliau berkenalan dengang seorang pengembara bernama Rangga Seta yang menumpangi dokarnya. Melihat pengembara itu menggunakan pakaian jubah & sorban dikepala yang berbeda dengan adat Jawa maka beliau bertanya kepada pengembara itu.
Dari mana anda berasal? Rangga Seta tidak menjawab dari mana ia berasal tetapi menjawab pertanyaan tersebut dengan “Saya Saudara Kamu, karena semua manusia bersaudara anak keturunan Adam”. Mendengar jawaban tersebut Grojogan Sewu tersentuh karena orang yang baru dikenalnya menganggap saudara sekaligus penasaran dan kembali bertanya Siapa Adam? Adam adalah Nenek Moyang Saya, Anda Dan semua Manusia. Mendengar jawaban seperti itu Grojogan Sewu semakin tertarik lebih Jauh dan meminta Rangga Seta untuk bersedia mengajarkan Ilmu Pengetahuan Kepadanya. Rangga Seta balik bertanya kepada Grojogan Sewu mengapa anda Ingin Belajar? karena saya ingin cerdas ingin pandai jawab Grojogan Sewu. Memang manusia harus pandai harus mau berpikir karena itu perintah Ilahi tegas Rangga Seta. Melihat niat belajar dan sikap yang theacible Dan memang Bakat kecerdasan Dari Grojogan Sewu maka Rangga Seta pun bersedia mengajarkan kepada Grojogan Sewu.
Proses belajar pun di mulai dengan materi Aji Kalimasada, karena memang bakat kecerdasan dan niat yang bersungguh-sungguh maka proses belajar Grojogan Sewu pun berjalan dengan cepat. Pada Saat pelajaran ujian terakhir Grojogan Sewu di perintahkan untuk semedi di suatu tempat oleh Rangga Seta. Grojogan Sewu bertanya di manakah tempat semedi itu? Kemudian Rangga Seta mengarahkan tangannya menunjuk kesuatu tempat maka terlihat lah air terjun dari kejauhan, bersemedilah kamu disana, di balik air terjun itu ada Goa Dan Goa itulah tempatnya. Mendengar perintah dari Rangga Seta lalu Grojogan Sewu pun menyanggupinya. Perintah semedi ini sekaligus perpisahan antara Grojogan Sewu dengan Rangga Seta. Pada Saat itu Rangga Seta mengatakan suatu saat kita akan bertemu lagi dan beliau berpesan Jadilah Insan yang bermanfaat Dan tegakkan lah keadilan.
Setelah perpisahan tersebut Grojogan Sewu kembali menoleh kearah dimana letak air terjun itu, Namun air terjun itu tidak terlihat Dan Grojogan Sewu akhirnya menelusuri kearah yang tadi di tunjukkan oleh Sang Guru.
Proses pencarian lokasi semedi yang dilakukan Grojogan Sewu ini sama halnya dengan Prabu Kian Santang ketika diperintahkan oleh Syaidina Ali untuk mencari sebuah bukit yang akhirnya Tiba di wilayah Godog Garut.
Setelah semedi Grojogan Sewu selesai maka paripurna lah Aji Kalimasadanya.
Selain berguru kepada Rangga Seta, Grojogan Sewu pun belajar kepada Semar Badranaya dan dari Semar Badranaya inilah beliau di berikan Cemeti Amarasuli yang bentuknya seperti gagang tongkat kurang lebih panjangnya 30 cm, jika senjata ini di gunakan maka akan terlihat cahaya atau menyala seperti pedang maupun cemeti (persis seperti pedang langit di Film mandarin Tio Buki yang diperankan oleh Jet Lee atau Pedang pada Gambar Kalki Avatar)

Lalu siapakah Grojogan Sewu?
Grojogan Sewu adalah pembimbing raja_raja nusantara dan para wali karena beliau diberikan semacam wewenang/mandat Dari Semar Badranaya untuk mengajarkan Hikmah Dan Ilmu Kesempurnaan kepada para raja-raja & para wali di nusantara bahkan sampai masa sekarang ini.
Siapakah yang pernah belajar kepada beliau? Hampir semua raja-raja nusantara di bimbing oleh beliau, dan salah satunya adalah Raja Brawijaya yang menghilang di Puncak Gn. Lawu dan Prabu Siliwangi Raja Pajajaran.
Nah dari sinilah tampak benang merah mengapa kisah Sabdo Palon Dan Uga Wangsit Siliwangi seperti pinang dibelah dunia, ibarat kunci dengan gembok nya.
Apa hubungan nya Grojogan Sewu dengan Sabdo Palon?

GROJOGAN SEWU = SABDO PALON = NOYO GENGGONG
Makna Selengkapnya
Grojogan Sewu adalah gelar seorang insan yang mampu mengajarkan Ilmu, mengucurkan ilmu, laksana air yang mengucur, Grojogan Sewu = Seorang yang mengucurkan ilmu atau orang berilmu (menguasai ajaran/mumpuni) sehingga dia mendapatkan mandat/wewenang untuk mendidik para raja nusantara maupun para wali.
Setiap ucapan Grojogan Sewu atau ketika Dia menyurahkan ilmu para muridnya, ucapan Grojogan Sewu itu di sebut Sabdo.
Ucapan Grojogan Sewu = Sabdo.
Lalu Palon nya apa? Palon artinya Filosopi (mengandung hikmah yang dalam) bahasanya super banget lah kalo kata MT (Mario Teguh)
Jadi pada saat Grojogan Sewu memberikan materi/pengajaran atau segala ucapan/sabdo yang mengandung hikmah yang amat dalam, para raja nusantara maupun para wali menjulukinya ucapan Grojogan Sewu ini dengan Sabdo Palon.
Ucapan yang keluar Dari Grojogan Sewu adalah Sabdo Palon (Sabda yang mengandung hikmah) Ucapan Grojogan Sewu = Sabdo Palon Nah sekarang tinggal Noyo Genggong nya.
Setiap Grojogan Sewu mengeluarkan sabda-sabdanya di hadapan raja-raja nusantara itu dilantunkan seperti tembang atau syair yang merdu, ada intonasinya dan di iringi oleh gerakan tubuh maupun tangannya (Gaya mengajar). Jadi nuansa pengajarannya itu enak di dengar dan dilihat.
Jadi Noyo Genggong itu gaya mengajarnya Grojogan Sewu ketika mengucapkan sabdanya seperti melantunkan tembang dan di iringi gerakan anggota tubuh. Kurang lebih seperti gaya Konghucu ketika memberikan pengajaran.
Jadi kurang lebih ringkasannya seperti ini
Grojogan Sewu = Orang yang menguasai/memiliki ilmu/berpandangan luas/bijak, memeiliki Kunci Ilmu Dan mampu mencurahkan ilmu (Predikat Guru Besar/Syaidina Syech/Tuan Guru/Para Hyang).
Sabdo Palon = Ucapan/sabda yang penuh hikmah dari Grojogan Sewu.
Noyo Genggong = Gaya mengajar Grojogan Sewu. selain subtansi materi yang di sampaikan penuh hikmah (Sabdo Palon) penyampaian ya pun enak di dengar dan mudah di pamahi karena dikemas seperti tembang dan diringi penguatan oleh gerakan2 anggota tubuh.
Sabdo Palon + Noyo Genggong = Grojogan Sewu.
Grojogan Sewu mempunyai Senjata Cemeti Amarasuli seperti yang Saya jelaskan di awal Dari Semar Badranaya.
Grojogan Sewu juga memiliki Aji Kalimasada Dari Rangga Seta.
Grojogan Sewu juga mengajarkan ilmu2 nya atau membimbing Raja Brawijaya yang menghilang di Gunung Lawu, beliau juga mengajarkan kepada Prabu Siliwangi yang membuat Wangsit Dan Prabu Siliwangi pun menghilang seperti Raja Brawijaya.
Grojogan Sewu = Guru dari Raja Brawijaya
Grojogan Sewu = Guru dari Prabu Siliwangi
Kedua Raja tersebut di bimbing oleh Grojogan Sewu, kedua raja tersebut meninggalkan Cerita atau kisah kepada generasi yang akan datang (akhir jaman) dan pesannya pun sama.

Nah sekarang Siapakah Sejatinya Rangga Seta?
Siapakah Sejatinya Semar Badranaya?
Untuk mengetahui benang merah antara Hadist tentang Imam Mahdi, Cerita Uga Wangsit Siliwangi, Sabdo Palon, Jongko Joyoboyo, Kalki Avatar. Saya mencoba untuk membuat Silsilah ilmu terlebih dahulu dan kata kunci dari semua ciri dari cerita-cerita tersebut.
Silsilah Ilmu dan Kata Kunci.
Baca Selengkapnya
Rangga Seta = Guru dari Syech Grojogan Sewu. Syech Grojogan Sewu = Guru dari Raja Brawijaya Majapahit dan Prabu Siliwangi Pajajaran Raja Brawijaya = Menghilang di Gunung Lawu. Prabu Siliwangi = Menghilang di bagian Selatan Pajajaran. Lalakon Raja Brawijaya = Meninggalkan Cerita tentang Sabdo Palon. Lalakon Prabu Siliwangi = Meninggalkan Cerita Uga Wangsit Siliwangi. Cerita Sabdo Palon = Kelak dia (Syech Grojogan Sewu/Sabdo Palon Noyo Genggong) akan kembali mengasuh Pemimpin Nusantara. Cerita Uga Wangsit Siliwangi = Temui Ki Santang karena kelak dari keturunan-keturunan yang pergi ke barat lah yang akan mengingatkan saudara-saudara sedaerah dan yang sependirian. Lalakon Brawijaya mempunyai tokoh kunci yaitu Sabdo Palon Naya Genggong (Syech Grojogan Sewu). Lalakon Prabu Siliwangi mempunyai tokoh kunci Ki Santang (Syech Sunan Rohmat Suci Prabu Kian Santang). Tokoh Kunci 1 Syech Gojogan Sewu/Sabdo Palon Noyo Genggong Belajar kepada Rannga Seta Dan di perintahkan mencari Goa di belakang Air Terjun untuk bersemedhi yang kelak air terjun itu bernama Grojogan Sewu. Tokoh Kunci 2 Ki Santang (Syech Sunan Rohmat Suci Prabu Kian Santang) belajar kepada Syaidina Ali Bin Abi Thalib Dan di perintahkan untuk mencari tempat untuk berdzikir yang akhirnya Ki Santang menemukan Sebuah bukit yang di daerah Garut dan di beri Nama Bukit Godog Suci. Godog berarti Proses pematangan ilmu, Godog Ilmu/mengasah Ilmu, sedangkan Suci di Nisbatkan kepada Nama Ki Santang sendiri (Syech Sunan Rohmat Suci Prabu Kian Santang) Tokoh 1 Grojogan Sewu merujuk ke Rangga Seta. Tokoh 2 Ki Santang merujuk ke Syaidina Ali Bin Abi Thalib. Majapahit ada Syech Grojogan Sewu. Pajajaran ada Syech Sunan Rohmat Suci Prabu Kian Santang. Rangga Seta belajar kepada Semar Badranaya. Syaidina Ali belajar kepada Nabi Khidir Alaihi Salam Abi Abas Balya Bin Malkan Semar Badranaya = selalu ada di setiap Jaman sampai saat ini, mengasuh, kalimat menitis itu bukan sukma yang menitis tapi ilmu, membimbing Dan ilmunya yang diturunkan atau di titiskan. Nabi Khidir Alaihi Salam Abi Abas Balya Bin Malkan = selalu ada di setiap jaman, mengasuh, membimbing sama seperti Semar Badranaya.

SABDO PALON BUKAN SEMAR
Penjabaran dari kata kunci di atas. Semar sebagai Dewa dalam Pewayangan


Kisah Sabdo Palon & Uga Wangsit Siliwangi tentang Pemimpin Nusantara di Akhir Jaman adalah Ciri dari Waskita nya Raja Brawijaya dan Prabu Siliwangi. Ke waskitaan tersebut di Ajarkan oleh Syech Grojogan Sewu. Syech Grojogan Sewu di ajarkan oleh Rangga Seta. Rangga Seta di Ajarkan oleh Semar Badranaya.
Baca Selengkapnya
Cerita Sabdo Palon dan Uga Wangsit Siliwangi adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Satu naskah skenario dengan sumber yang sama walaupun dari tempat yang berbeda yaitu Majapahit dan Pajajaran. Kedua kisah itu bak gayung bersambut, seperti Madu dengan Manisnya, seperti kata pepatah “asam di gunung daram di laut akhirnya bertemu juga” yang berujung kepada dua tokoh Rangga Seta dan Semar Badranaya.
Siapakah Rangga Seta yang memiliki Kuda Putih Dan Pedang Itu?
Siapakah Semar Badranaya?
Rangga Seta = Syaidina Ali Bin Abi Thalib
Semar Badranaya = Nabi Khidir Alaihi Salam Abi Abas Balya Bin Malkan
Rangga Seta yang mengajarkan kepada Syech Grojogan Sewu sejatinya adalah Syaidina Ali Bin Abi Thalib.
Mengapa Prabu Siliwangi memerintahkan para pengikutnya yang pergi ke Barat untuk menemui Ki Santang, padahal konon katanya hilangnya Prabu Siliwangi karena terdesak oleh Ki Santang. Kenapa di kejar-kejar oleh Ki Santang tapi malah memerintahkan para pengikutnya yang pergi ke barat untuk menemui Ki Santang??? tidak masuk akal bukan??
Prabu Siliwangi memerintahkan kepada pengikutnya yang pergi kebarat untuk menemui Ki Santang seperti petikan uga berikut ini “Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya”…
Prabu Siliwangi di bimbing oleh Syech Grojogan Sewu/Sabdo Palon/Noyo Genggong dan Syech Grojogan Sewu di didik oleh Rangga Seta/Syaidina Ali.
Prabu Santang juga di didik oleh Syaidina Ali/Rangga seta di tanah arab. Prabu Siliwangi dan Prabu Kian Santang satu silsilah ilmu, hanya bedanya Prabu Siliwangi belajar melalui Syech Grojogan Sewu sedangkan Prabu Kian Santang belajar langsung ke Syaidina Ali. untuk itu mengapa Prabu Siliwangi memerintahkan kepada pengikutnya yang pergi kebarat untuk menemui Ki Santang. Kalau kata pepatah “Saguru Saelmu Ulah Nganganggu” apalagi beliau anak dan ayah mana mungkin berseteru, sudah se-ilmu, seguru, sekeluarga.
Benarlah menurut Prabu Siliwangi dalam petikan uga nya “Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar….”
Rangga Seta (Syaidina Ali) 7 kali mengelilingi Dunia, karena hasrat belajarnya yang tinggi. Sahabat sekaligus saudara dari Muhammad SAW ini merantau ke nusantara karena beliaupun mengikuti Jejak Gurunya Semar Badranaya. Di Nusantara selain mengajarkan kepada Grojogan Sewu dia pun belajar tentang pengobatan herbal karena di Nusantara kaya akan tumbuhan obat dan melengkapi hasil belajarnya Rangga Seta/ Syaidina Ali di China yaitu metode totok belajar di China. ke nusantara rangkaian “tuntutlah Ilmu ke negeri china”, di China belajar Ilmu Totok (mirip akupuntur) di Nusantara belajar ramuan herbal.
Bukankah Ramalan Agung abad 21 mengatakan Nanti pengobatan Akan kembali Ke alam Dan Spiritual? Siapakan yang membawanya?
Dialah Budak Angon dan Pemuda Berjanggut yang di asuh oleh Syech Grojogan Sewu/Sabdo Palon/Noyo Genggong dan Ki Santang (Syech Sunan Rohmat Suci Prabu Kian Santang) dan di belakangnya di dampingi oleh Rangga Seta/Syaidina Ali Bin Abi Thalib Pemilik Kuda Putih Dan Pedang (Simbol Kalki Avatar) Serta di dampingi Guru Besar Semar Badranaya/Nabiyullah Khidir Alaihi Salam Abi Abas Balya Bin Malkan (Guru Para Nabi).
Budak Angon Dan Pemuda Berjanggut adalah ujung dari semua kisah tentang akhir jaman di Nusantara ini, dialah tokoh kembar di akhir Jaman Laksana Nabi Musa Dan Nabi Harun. Siapakah yang mengajarkan Musa Dan Harun? Nabiyullah Khidir Bukan?

Hubungan Uga Wangsit Siliwangi, Kisah Sabdo Palon, Avatar dan Hadist Rosulullah Muhammad SAW.
Budak Angon Dan Pemuda Berjanggut menguasai 4 unsur (Api, Angin, Air dan Tanah) karena hakikatnya semua penciptaan itu berasal dari 4 unsur. Mengapa dia dapat menguasai 4 unsur itu? Karena ia lah Pancernya, menemukan sejati dirinya.
Hakikatnya Api adalah Cahaya Merah, Angin adalah Cahaya Kuning, Air adalah Cahaya Putih, Tanah adalah Cahaya Hitam.
Merah hakikatnya Syaidina Abu Bakar, Kuning adalah Syaidina Umar, Putih adalah Syaidina Usman Dan Hitam adalah Syaidina Ali.

Hadist Tentang Akhir Zaman Menuju Kebangkitan Indonesia.
Baca Selengkapnya
Sabda Nabi SAW;
“Akan datang Dari Sulbi ini (Syaidina Ali Bin Abi Thalib) seorang Pemuda yang kan memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini yang demikian itu, hendaklah kamu turut menyertai Pemuda Dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya Dia datang Dari sebelah Timur Dan dialah pemegang panji-panji Al-Mahdi”. (At-Tabrani)
“Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dia berkata, ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Aku pun bertanya, “Mengapakah kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Beliau menjawab, “Kami ahlul bait telah Allah SWT pilih untuk kami akhirat lebih utama dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalku kelak sampai datangnya suatu kaum dari sebelah Timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetapi mereka tidak menerimanya, hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan. Sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salju. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi.” (riwayat Abu Daud, Al Hakim At Tarmidzi, Ibnu Majjah, lbnu Hibban, Abu Nu’aim, lbnu ‘Asakir, Ibnu‘Adli, Adh Dhahabi, Abu Asy Syeikh)
Panji-Panji Hitam dari Timur bukan Bendera yang di sablon yang beredar seperti saat ini, panji Hitam itu menjelaskan satu kaum yang belajar kepada Syaidina Ali bin Abi Thalib, yang di sebarkan oleh Budak Angon Dan Pemuda Berjanggut. Karena hakikat warna Hitam adalah Syaidina Ali, Hitam juga hakikat bumi, Budak Angon dan Pemuda Berjanggut adalah Pancer Bumi, Khalifah fil Ardhi.
Mengapa Rasuullah mengatakan Sulbi nya Ali Bin Abi Thalib? kenapa tidak yang lain?
Mengapa Uga Wangsit Siliwangi mengatakan temui Ki Santang kepada para pengikutnya yang pergi ke barat? Mengapa Prabus Siliwangi tidak mengatakan kepada yang pergi ke barat untuk menemui anak-anak nya yang lain selain Ki Santang?
Itulah yang saya uraikan sebelumnya, Uga Wangsit Siliwangi, Kisah Sabdo Palon dan Hadist Rosululloh adalah satu kesatuan Skenario Jagat. Kisah ini bukan rekayasa, di luar jangkauan karangan manusia, karena kisah ini terjadi dalam ruang dan waktu yang berbeda. Inilah bukti kekuasaan Tuhan YME, bahwa Tuhan ingin menegaskan bahwa Ratu Adil ini dari Nusantara untuk Dunia.
Kembali Ke kekuatan 4 Unsur (Api, Angin, Air dan Tanah) yang katanya jurus Kalki Avatar.
Hakikat Cahaya Merah = Unsur Api = Syaidina Abu Bakar = Huruf Alif
Hakikat Cahaya Kuning = Unsur Angin = Syaidina Umar = Huruf Lam Awal
Hakikat Cahaya Putih = Unsur Air = Syaidina Usman = Huruf Lam Akhir Hakikat Cahaya Hitam = Unsur Tanah = Syaidina Ali = Huruf Ha
Dari mana asal dari cahaya 4 rupa itu?
Dari Johar Awal inilah bibit semua ciptaan/materi termasuk Ruang Dan Waktu. Tasjid yang menjadi Pancernya.
Menguasainya Budak Angon Dan Pemuda Berjanggut kepada 4 unsur tadi karena beliau sudah menemukan Tasjid Muhammad (Sajatining Syahadat) di dalam dirinya, Mengenal dirinya Mengenal Tuhan-Nya. Ma’rifat, Mengetahui awal dan akhir, mulih ka jati pulang ka awal.
Budak Angon dan Pemuda Berjanggut sudah menjadi pancer/pusat, tidak TERBATAS ruang dan waktu, apa yang ingin terkabul,
Hadits:
Dari Abdullah, Nabi S.A.W bersabda:
“Jika umur dunia tinggal sehari saja niscaya ALLAH SWT akan memanjangkan hari itu hingga bangkit padanya seorang lelaki dari keturunanku atau dari kaum keluargaku, yang namanya seperti namaku dan nama bapaknya menyerupai nama bapakku, dia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kesaksamaan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kezaliman dan kekejaman”. (Hadits Riwayat Abu Daud dan Tarmizi)
Muhammad = Sifat yang terpuji
Abdullah = Hamba Allah
Singkatnya Budak Angon dan Pemuda berjanggut adalah Insan Kamil orang yang telah mengetahui hakikat dirinya, mengetahui Tasjid di dalam dirinya. Menjadi hamba Allah yang terpuji. Karena sudah mengetahui Sejatinya Syahadat dalam dirinya.
Menjadi pancer akan menebarkan rahmat ke delapan arah mata angin.
Bukankah lambang Majapahit siwha di tengah dan ada 8 batu merah delima di kedelapan arah.

Lambang Garuda ditengah dan 8 Bintang di delapan arah.
baca Makna Bintang dalam NILAI-NILAI LUHUR NUSANTARA PRIBADI BANGSAKU.
Delapan = DALAPAN (Bahasa Sunda)
Berdasarkan filosofi Aksara Jawa
Baca Selengkapnya
DA» Dumadining dzat kang tanpa winangenan: (menerima hidup apa adanya.)
LA» Lir handaya paseban jati. ( mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi .)
PA» Papan kang tanpa kiblat . (Hakekat Allah yang ada disegala arah.)
NA» Nur candra,gaib candra,warsitaning candara. (pengharapan manusia hanya selalu ke sinar/cahaya Illahi.)
DA = 6, LA = 10, PA = 11, NA = 2 (urutan aksara jawa)
6+10+11+2 = 29, 2+9 = 11, 1+1 = 2
MERAH DELIMA = MARAHA DALAMA
MA» Madep mantep manembah mring Ilahi. (mantap dalam menyembah Ilahi.)
RA» Rasaingsun handulusih. (rasa cinta sejati muncul daricinta kasih nurani.)
HA» Hana hurip wening suci. (adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci)
DA» Dumadining dzat kang tanpa winangenan: (menerima hidup apa adanya.)
LA» Lir handaya paseban jati. ( mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi .)
MA» Madep mantep manembah mring Ilahi. (mantap dalam menyembah Ilahi.)
(MA = 16, RA = 4, HA = 1, DA= 6, LA = 10, MA = 16) (urutan aksara jawa)
16+4+1+6+10+16 = 53, 5+3 = 8
Delapan/DALAPANA = 2
Merah Delima/MARAHA DALAMA = 8
2 = Simbol Dzat & Sifat
8 = Malaikat Penjaga Arsy
Dalam al-Qur’an, angka 8 merupakan jumlah malaikat, force, yang menjunjung ‘Arsy (Kursi, Singgasana), mengatur keseimbangan ‘Arsy, yang bermakna power and authority dominion, baik sebelum maupun saat Kiamat “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka” (al-Haqqah 69 : 17).
Delapan Merah Delima dalam Lambang Majapahit adalah menceritakan bahwa Gambar Shiwa adalah Lambang Pancer dalam diri manusia, sama seperti lambang bintang dalam dada Garuda Pancasila, dalam konsep Sunda adalah INGSUN yang menguasai 4 unsur tadi, merah delima di segala penjuru adalah kemana pun kamu menghadap harus mantap dalam menyembah ilahi (Madep mantep manembah mring Ilahi).
Pesan tersirat lambang delapan merah delima dimana Gambar Shiwa sebagai pusat ya menandakan mengenal Tuhan bisa Perjalanan Ke dalam (inner journey) atau Perjalanan luar.
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. QS. al-Baqarah 2: 155)
Kemanapun kita melihat di situ Ada Tuhan, Ada Dzat Dan Sifat-Nya, kemana pun Kita melihat disitu Ada Arsy-Nya, Ada Singgasana-Nya.
Barang Siapa manusia yang mengenal dirinya Dia Akan mengenal Tuhan-Nya baik Dzat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya, Af’al-Nya (Ciptaannya/Perbuatannya/Kuasanya)
Budak Angon dan Pemuda Berjanggut sejata sejatinya adalah Aji Kalimasada/Dua Kalimat Syahadat, Senjata yang dapat menghancurkan gunung, yang dapat mensejahterakan ke penjuru alam, yang dapat memuliakan manusia tanpa membeda-bedakan agama, ras, maupun golongan, dua itu yang Menjadikan dirinya di cintai semua orang bahkan seluruh mahluk, karena dua itulah yang menjadikannya welas asih, yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit baik dzohir maupun batin.
2 (Dua) itu ketentuan, saling berpasangan, hukum penciptaan. 2 (Dua) itulah yang di ajarkan oleh Rangga Seta/Syaidina Ali kepada Syech Grojogan Sewu/Sabdo Palon/Noyon Genggong Dan Prabu Kian Santang. 2 itulah yang di ajarkan Semar Badranaya/Nabi Khidir AS.
Kalimat Syahadat adalah Kun Fayakun, Awal dan Akhir Alam semesta, di Buka dengan Syahadat ditutup oleh Syahadat, Kalimat Yang Menjadikan.
Itulah Sejatinya Aji Kalimasada, Sakti Mandraguna Tanpa Ajimat, Sabda-nya Sabda mukti (Saucap Nyata Saciduh Metu) apa yang di inginkan terkabul, karena dari Aji Kalimasada itu akan menjadi 2 kembali yaitu Rahman & Rahim (welas asih), Rahman dan Rahiim itulah Given dari Tuhan-Nya.
Manusia yang mendapatkan Rohman Dan Rohim Dari Tuhan-Nya lah yang Akan memimpin Dunia ini Dan mewarisinya.
Bukan Budak Angon Dan Pemuda Berjanggut yang Merubah Dunia, Tapi Tuhan YME lah yang Menghendakinya, Tuhan YME lah yang telah memilih Budak Angon Dan Pemuda Berjanggut yang memimpinnya.
Ini adalah lalakon Jagat, Tuhan lah Maha Sutradaranya. perbedaan adalah ketentuan, karena perbedaan itulah cerita menjadi menarik, perbedaan bukan untuk bermusuhan, perbedaan adalah untuk supaya manusia mengenal Pencipta-Nya. Karena kebenaran adalah Tuhan Yang Memilikinya.
Wallahu’alam
Jika didalam Tulisan Ini terdapat kutipan Kitab Suci bukanlah untuk tendensius terhadap keyakinan tertentu, melainkan mencari kesamaan dari semua sejarah yang terekam di Nusantara ini.
JAYA SELALU INDONESIA Salam Bhineka Tunggal Ika.

Itulah paparan tulisan diatas yang sudah menjabarkan tentang arti dan makna tentang pengertian inti dari SABDA PALON dan KALIMASADA berdasarkan tulisan dari Syaiful Bahri.

dibawah ini juga saya lampirkan beberapa sanggahan yang sebelumnya sudah saya sortir, dan yang menurut saya ada hubungan dengan menyangkut tulisan diatas.
Andi Baleandi
Saya sangat menghargai perbedaan, saya pun mencintai perbedaan..,ya terkadang perbedaan cara pandang yang diperkuat oleh keegoisan dapat menimbulkan primordialisme..,salah satu cara dengan mengendalikan keegoisan itu, karena akuu ingin hidup bersamamu dan mereka.

Syaiful Lupy Bahri
Kalo nabi Khidir di setiap jaman nabi selalu Ada, beliau julukannya guru para nabi, teman sharing para nabi. Ketika para nabi mendapatkan wahyu mengkajinya dengan nabi Khidir. Contohnya Nabi Yunus : ketika nabi Yunus di lempar di tengah Laut Dan di selamatan oleh Ikan Nun, sebetulnya di situ beliau bertemu dengan Nabi Khidir, Ikan Nun adalah kendaraannya Nabi Khidir. Nabi Khidir di Nusantara pra kedatangan wali songo menggunakan Nama Semar Badranaya. Klo di china namanya lain lagi, di Europa lain lagi, di yunani Nabi Khidir/Semar Badranaya di Kenal sebagai Poseidon, Kerajaan nabi Khidir ini Ada dimana-mana, di angin, di air, di kayu, di daratan dan lautan. Tanah yang di lewati/diinjak Nabi Khidir akan menjadi daerah yang subur seperti Nusantara. Nabi Khidir sampai sekarang masih eksis membimbing salah satu yang di bimbingnya adalah Budak Angon & Pemuda Berjanggut.Kalau perkiraan tahunnya sejaman dengan berdirinya Kerajaan Demak, karena Raden Patah awalnya adalah Bupati Demak yang di perintah kan oleh Ayahnya sendiri Prabu Kertadjaya Ratu Majapahit/ Brawijaya V.

Surya Budi
Apa yang saudara tulis itu mungkin ada benarnya, dan hampir sempurna……memang demikianlah adanya skenario dari langit yang mengatakan bahwa, Ali bin Abi Thalib (lahir sekitar 13 Rajab 23 Pra Hijriah/599 M– wafat 21 Ramadan 40 Hijriah/661 M) sedangkan prabu siliwangi berkuasa selama 39 tahun (1482-1521), memang jasad dibatasi ruang dan waktu, jasad memiliki batas usia di bumi ini, namun jiwa Nabi Adam a.s., jiwa Nabi Khidir a.s. Jiwa imam Ali bin Abi Thalib kwj. jiwa Panembahan Senopati, sangat mungkin bersua, berinteraksi di alam jiwa, alam yang bisa melintasi ruang dan waktu….

Achmad
tapi anehnya,grojogan sewu sebagai orang yang memberi pitutur raja2 nusantara yang mayoritas beragama hindu.lha tapi kok ketemu duluan/berguru sama rangga seta yang bertuntunan islam??
Pertanyaannya.. Allah itu dikenalkan oleh Nabi Muhammad SAW yang lahir sekitar abad ke 7 masehi.. betul nggak ya..? Kalau betul alloh baru punya hamba kan setelah Beliau lahir.. kan..? Nabi-nabi yang lainnya kan ada setelah Muhammad kan..? Bagaimana bisa Beliau mengajarkan Raja-Raja sebelum Masehi ya… dan kok bisa raden kian santang berguru ke orang yang berjarak waktu yang sangat jauh? Apa dengan kebohongan ini ya gan..?

Lintang Wetan
Dari tumpang tindih timeline para tokoh yang disebutkan pada cerita di atas, sudah cukup menunjukkan amburadulnya cerita itu. Tujuannya saya rasa jelas, yaitu untuk mengaburkan atribut-atribut asli agar terkesan islami. Saya rasa artikel semacam ini tidak etis ditinjau dari kejujuran sejarah. Masihkah pantas untuk dipercaya??

bathara bayu
teori yg ditulis kok penuh dg tanda tanya ya ? masih campur aduk antara arab dg jawa kiranya kalo belum memahami betul jangan nulis yang enggak pasti gitu loh mas. masak jimat kalimasadha itu dua kalimat syahadat tlg kaji lagi jgn asal tulis sj kalo gak punya bukti konkrit. jimat kalimasadha itu mas terjemahan dari pancasila yg skrg ini ada mas yg artinya panca : lima sila : larangan yaitu dilarang berjudi, mabuk2an, bermewah2an, main perempuan yg bkn istri sah, membunuh. kalimasadha itu artinya jumlahnya ada lima tapi bisa dikembangkan menjadi banyak. persis pancasila kita kan jumlah silanya ada lima tapi ada butir2 pancasila yg jumlahnya sangat banyak. demikian jg ada campur aduk antara dunia islam dg hindu-budha di sini. tolong dipahami lagi kalo menulis baca literatur2 lain shg tulisan anda bisa dipertangungjawabkan. mohon maaf ya kalo tulisan saya menyinggung anda guna perbaikan lebih lanjut.

Ratu Adil - 666
Ya bener ini tulisan ngawur, kayaknya asal nulis memenuhi pesanan. Sabdo Palon dalam Jongko Joyoboyo adalah Gunung Merapi sedang Naya Genggong adalah Gunung Bromo. Sabdo Palon di Kerajaan Majapahit adalah salah satu Poenakawan dan makamnya ada di Troloyo Mojokerto. Makam bercirikan Islam kemungkinan sebelum wafat sudah masuk Islam karena Islam adalah agama yang baik sebagaimana Prabu Brawijaya mengakuinya. Sabdo Palon dalam Ramalan Sabdo Palon adalah jin yang usianya mencapai ribuan tahun & banyak bergaul dengan raja-raja Jawa dahulu karena syariat agama dulu memugkinkan manusia bekerjasama dengan jin.Dewa Brahman adalah Nabi Ibrahim as, maka keturunannya banyak menjadi raja2 Nusantara. Bani Jawi adalah Bani Ishaq yang kelak memegang panji hitam yang dinantikan kemunculannya oleh umat Islam. Contoh Nabi yang bekerjasama dengan jin adalah Nabi Sulaiman yang diperkirakan pernah mengijakkan kaki di tanah Jawa.

Tentang Kalimasada menurut saya;

Menyangkut kalimat atau Ilmu kalimasada, yang dalam istilah pewayangan ditatar sunda sering disebut Layang jamus Kalimusada, yang bagi kebanyakan orang diartikan itu adalah suatu benda yang sakti mandra guna. padahal itu adalah suatu ilmu yang orang mencarinya susah susah gampang.
Semar sendiri yang mengetahui tentang kalimat atau biasa disebut ilmu ini sudah mengingatkan,
“ tenden na hate eta teh bakal nyalametkeun anjeun tina dunya jeung akherat engke”.
Arti dan maksudnya adalah ; kebaikan itu sudah tersimpan di hati karena itu yang akan menyelamatkan mu di dunia dan akhirat nanti”.
Semar mengatakan bahwa jangan jauh jauh mencari tentang ilmu atau benda tersebut, karena sudah ada disini, sambil menunjuk dadanya. nah bagi kebanyakan orang pada waktu itu dengan menunjuk pada dada nya sendiri dianggap orang bahwa benda tersebut berada didiri semar , padahal semar menunjuk diirinya adalah maksudnya menunjuk keha ti, maksudnya bahwa ilmu itu ada didiri orang yang mau mengamalkan ilmu dua kalimat sahadat.

Penutup;

Dari semua masukan diatas menurut saya Intinya adalah ketika Ajaran dari para leluhur dan Ajaran Ayat yang bersumber dari suatu agama seyogyanya akan dan harus berjalan beriringan, saling bersinkronisasi, dan saling mengisi untuk menciptakan suatu pemahaman yang mengandung dan mengarah kesatu tujuan yang dimaksud.

Begitu juga jika kita berbicara waktu dan skenario, Sejarah adalah kacabenggala. dari mana kita asal, ada dimana dan mau kemana. Pemahaman filosofis apapun semua bertujuan cara pencarian jatidiri. pendapat atau keyakinan siapapun itu kita musti bisa menghargai, sejauh tidak mengandung menghasut, menghina bahkan sekedar mencela.

Yang utama, adalah cara pandang dan tingkat kematangan berfikir seseorang dari kedudukannya dan latar belakangnya sudah masing-masing membawa hukum Kudratulloh.
Demikianlah artikel ini saya posting sebagai tambahan wawasan anda, dan semoga tulisan saya ini bukan menjadi bahan perdebatan ..

Edit ; wawansurya
Sumber ;
aslimajapahit.blogspot.com
http://satusatukosong.wordpress.com/2012/02/20/pribadi-bangsaku/
affiliate-waones.com
»»  READ MORE ...

Rabu, 03 Oktober 2012

CANDI CANGKUANG – SITUS OBJEK WISATA di GARUT






SITUS CANDI CANGKUANG – SALAH SATU OBJEK WISATA MENARIK di GARUT


Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda.
Nama Candi Cangkuang sendiri diambil dari nama desa sekaligus adalah nama tanaman (Pandanus furcatus) yang banyak terdapat di sekitarnya. Daun tanaman cangkuang sering dimanfaatkan penduduknya untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus gula aren.
Candi ini berjarak sekitar 3 m di sebelah selatan makam Arif Muhammad/Maulana Ifdil Hanafi.





Lokasi Situs Cangkuang
Candi Cangkuang terdapat di sebuah pulau kecil yang bentuknya memanjang dari barat ke timur dengan luas 16,5 ha. Pulau kecil ini terdapat di tengah danau Cangkuang pada koordinat 106°54'36,79" Bujur Timur dan 7°06'09" Lintang Selatan. Di Wikimapia [1]. Selain pulau yang memiliki candi, di danau ini terdapat pula dua pulau lainnya dengan ukuran yang lebih kecil.
Lokasi danau Cangkuang ini topografinya terdapat pada satu lembah yang subur kira-kira 600-an m l.b.l. yang dikelilingi pegunungan: Gunung Haruman (1.218 m l.b.l.) di sebelah timur - utara, Pasir Kadaleman (681 m l.b.l.) di timur selatan, Pasir Gadung (1.841 m l.b.l.) di sebelah selatan, Gunung Guntur (2.849 m l.b.l.) di sebelah barat-selatan, Gunung Malang (1.329 m l.b.l.) di sebelah barat, Gunung Mandalawangi di sebelah barat-utara, serta Gunung Kaledong (1.249 m l.b.l.) di sebelah utara.

Candi Cangkuang : Sekilas, Menikmati Candi Hindu di Tengah Danau;
Pesona Wisata Alam yang Memukau
– Jalan-jalan kami kali ini menuju Situ dan Candi Cangkuang, sebuah objek wisata yang terletak di Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Situ Cangkuang adalah sebuah situ yang berada di tengah kampung Pulo. Sebuah candi berdiri di seberang situ. Untuk mencapai candi, disediakan rakit yang bisa disewa dengan tarif Rp. 3.000,- untuk dewasa dan Rp. 2.000,- untuk anak-anak.
Situ dan Candi Cangkuang tidak sulit dijangkau dari pinggir jalan raya Garut-Bandung. Untuk menuju ke lokasi, bisa menggunakan delman yang berjejer di pinggir jalan raya. Jika menggunakan kendaraan pribadi, hanya menghabiskan waktu kurang lebih 10 menit agar bisa sampai di pinggir Situ Cangkuang.
Candi Cangkuang berdiri di daratan mirip pulau kecil di tengah danau bernama Situ Cangkuang, jadi Anda perlu menggunakan rakit untuk mencapainya. Di dataran ini juga Anda akan melihat pemukiman adat Kampung Pulo dan makam Embah Arief Muhammad. Embah Dalem Arief Muhammad adalah leluhur Kampung Pulo dimana awalnya adalah utusan Kerajaan Mataram yang ditugasi menyerang VOC di Batavia. Akan tetapi, penyerangan tersebut gagal, karena malu dan takut untuk kembali melapor ke Mataram maka ia dan pengikutnya memilih berdiam di Desa Cangkuang dan menyebarkan agama Islam di sini.

Candi Cangkuang menyimpan berbagai kisah menarik. Konon berabad-abad lalu di Kampung Pulo ada seorang putri Hindu cantik jelita. Datanglah seorang panglima perang Mataram bernama Arif Muhamad. Dalam pelarian setelah menderita kekalahan melawan Belanda, ia berjumpa dengan sang putri, kemudian jatuh cinta. Ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, sang putri hanya mensyaratkan kepada Arif Muhamad untuk dibuatkan sebuah situ di yang dikelilingi oleh kampung. Esoknya apa yang diinginkan sang putri dapat dikabulkan, sebuah situ yang kemudian dinamai Situ Cangkuang. Arif Muhamad pun kemudian menetap dan menyebarkan agama Islam.
Candi cangkuang terdapat 10 Km sebelah utara tarogong arah menuju ke Bandung, tepatnay di daerah Leles. Untuk menuju ketempat obyek wisata ini dari Kec.Leles, baisanya para wisatawan menggunakan kendaraan deman (andong) yang unik. Situ yang dangkal ditutupi oleh bunga teratai yang indah. Kisah turun temurun tersebut dijelaskan oleh Tatang, juru kunci Kampung Pulo, pria paruh baya, ketika kami sampai di lokasi Candi, menggunakan sebuah rakit sewaan. Sebuah candi setinggi delapan setengah meter berdiri, bersisian dengan makam Arif Muhamad. Sebuah harmoni perpaduan Islam-Hindu terasa kental.

Photo-photo Galerry Situs /Situ Candi Cangkuang
Galerry Candi Cangkuang
















Sejarah Situs Cangkuang

Pertama kali candi ditemukan pada 1966 oleh Harsoyo dan Uka Candrasasmita. Penemuan ini berdasarkan laporan Vorderman tahun 1893. Sayangnya, candi Cangkuang ditemukan tak berbentuk. Hanya bersisa 40 persen saja puingnya yang 60 persen yang hilang lalu dibuat replika. Sehingga pada 1976, candi itu utuh kembali. Tepat di belakang komplek candi, terdapat rumah adat yang dengan bebas bisa ditelusuri.


Rumah adat Kampung Pulo hanya berjumlah tujuh saja, tak boleh lebih, juga tak boleh kurang. Susunannya seperti huruf U, lingkungannya asri, terawat, bersih, dan rapi. Jumlah ini simbol dari tujuh anak Arif Muhammad. Satu bangunan masjid melambangkan anak laki-laki.
Enam lainnya berupa rumah tinggal, melambangkan anak perempuan.”Kalau anak sudah menikah, dia harus pindah dari desa ini, tapi kalau ada rumah yang kosong, nanti dipanggil kembali”Walau memeluk agama islam, warga kampung memengang garis keturunan perempuan. Maka, hanya anak perempuan yang berhak tinggal di desa, anak laki-laki harus pindah ketika dewasa, jelas Tatang.

Awalnya penemuan situs ini hanyalah berupa batu fragmen dari sebuah candi dan makam kuno serta arca Siwa yang telah rusak. Arca ini wajahnya datar, bagian tangan hingga kedua pergelangannya telah hilang. Lebar wajah 8 cm, lebar pundak 18 cm, lebar pinggang 9 cm, padmasana 38 cm (tingginya 14 cm), lapik 37 cm dan 45 cm (tingginya 41 cm). Posisi arca bersila di atas padmasana ganda dengan kaki kiri menyilang datar, alasnya menghadap ke sebelah dalam paha kanan. Kaki kanan menghadap ke bawah beralaskan lapik. Di depan kaki kiri terdapat kepala sapi (nandi) yang telinganya mengarah ke depan.

Dengan kepala nandi ini para ahli menganggap bahwa ini adalah arca Siwa. Kedua tangannya menengadah di atas paha. Di tubuhnya terdapat penghias perut, penghias dada dan penghias telinga. Selain arca ditemukan juga peninggalan pra sejarah berupa alat dari batu obsidian, pecahan-pecahan tembikar dari zaman Neolithicum dan batu-batu besar dari kebudayaan Megalitikum.

Selain menemukan reruntuhan candi, terdapat pula serpihan pisau serta batu-batu besar yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman megalitikum. Penelitian selanjutnya (tahun 1967 dan 1968) berhasil menggali bangunan makam.
Walaupun hampir bisa dipastikan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama Hindu (kira-kira abad ke-8 M, satu zaman dengan candi-candi di situs Batujaya dan Cibuaya?), yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam di sampingnya.
Struktur Bangunan Candi
Candi Cangkuang adalah satu-satunya candi Hindu di Jawa Barat yang berhasil dipugar hingga saat ini. Candi ini terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Lokasinya di ketinggian 700 m di atas permukaan air laut melewati keindahan sawah menghijau dan 4 gunung besar di Jawa Barat, yaitu Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi, dan Gunung Guntur. Pemerintah daerah Kabupaten Garut menjadikan daerah ini sebagai obyek wisata budaya dan wisata alam.

Bangunan Candi Cangkuang yang sekarang dapat kita saksikan merupakan hasil pemugaran yang diresmikan pada tahun 1978. Candi ini berdiri pada sebuah lahan persegi empat yang berukuran 4,7 x 4,7 m dengan tinggi 30 cm. Kaki bangunan yang menyokong pelipit padma, pelipit kumuda, dan pelipit pasagi ukurannya 4,5 x 4,5 m dengan tinggi 1,37 m.

Di sisi timur terdapat penampil tempat tangga naik yang panjangnya 1,5 m dan lébar 1,26 m.
Tubuh bangunan candi bentuknya persegi empat 4,22 x 4,22 m dengan tinggi 2,49 m. Di sisi utara terdapat pintu masuk yang berukuran 1,56 m (tinggi) x 0,6 m (lebar). Puncak candi ada dua tingkat: persegi empat berukuran 3,8 x 3,8 m dengan tinggi 1,56 m dan 2,74 x 2,74 m yang tingginya 1,1 m. Di dalamnya terdapat ruangan berukuran 2,18 x 2,24 m yang tingginya 2,55 m. Di dasarnya terdapat cekungan berukuran 0,4 x 0,4 m yang dalamnya 7 m (dibangun ketika pemugaran supaya bangunan menjadi stabil).

Di antara sisa-sisa bangunan candi, ditemukan juga arca (tahun 1800-an) dengan posisi sedang bersila di atas padmasana ganda. Kaki kiri menyilang datar yang alasnya menghadap ke sebelah dalam paha kanan. Kaki kanan menghadap ke bawah beralaskan lapik. Di depan kaki kiri terdapat kepala sapi (nandi) yang telinganya mengarah ke depan. Dengan adanya kepala nandi ini, para ahli menganggap bahwa ini adalah arca Siwa. Kedua tangannya menengadah di atas paha. Pada tubuhnya terdapat penghias perut, penghias dada dan penghias telinga.
Keadaan arca ini sudah rusak, wajahnya datar, bagian tangan hingga kedua pergelangannya telah hilang. Lebar wajah 8 cm, lebar pundak 18 cm, lebar pinggang 9 cm, padmasana 38 cm (tingginya 14 cm), lapik 37 cm & 45 cm (tinggi 6 cm dan 19 cm), tinggi 41 cm.

Candi Cangkuang sebagaimana terlihat sekarang ini, sesungguhnya adalah hasil rekayasa rekonstruksi, sebab bangunan aslinya hanyalah 35%-an. Oleh sebab itu, bentuk bangunan Candi Cangkuang yang sebenarnya belumlah diketahui.

Bahan Referensi;
Bambang Budi Utomo. 2004. Arsitektur Bangunan Suci Masa Hindu-Budha di Jawa Barat. Kementrian Kebudayaan dan pariwisata, Jakarta. ISBN 979-8041-35-6
Muljana, Slamet (2005). Runtuhnya kerajaan Hindu-Jawa dan timbulnya negara-negara Islam di Nusantara. PT LKiS Pelangi Aksara. hlm. 74. ISBN 9798451163.ISBN 978-979-8451-16-4


Edit ; wawansurya
Sumber ;
-Wikipedia.org
- www.affiliate-waones.com
- www.disparbud.jabarprov.go.id





»»  READ MORE ...

Selasa, 02 Oktober 2012

DUNIA SEKS DI INDONESIA SUDAH TERBALIK 69 ?






68% Siswa SD di Indonesia Mengakses Situs Porno;



Jakarta – KabarNet: Pengaruh kemaksiatan dan kemesuman masih saja meracuni kehidupan bangsa Indonesia. Kalau bulan yang lalu Indonesia dinobatkan sebagai Juara Dunia Pengakses Situs Porno dan Mesum Tingkat Internasional, sementara tahun 2011 yang lalu Indonesia berhasil menyabet predikat Juara Dua “Surga” Pornografi Terbesar di Dunia. Maka kini ada lagi berita miris yang menimpa bangsa tercinta ini. Sebuah riset ilmiah kembali membuktikan bahwa 68 persen anak-anak siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) kelas 4, 5 dan 6 di Indonesia sudah kecanduan pornografi dalam stadium yang sangat mengkhawatirkan.
Terbukti benar pendapat yang mengatakan bahwa Internet bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi internet memberi banyak manfaat, namun pada sisi yang lain internet sarat dengan mudharat. “Salah satu mudharatnya adalah penyalahgunaan oleh anak untuk menelusuri situs dewasa,” tutur Nenden Esty Nurhayati, konselor pada Yayasan Kita & Buah Hati.

Dalam sebuah seminar bertema ‘Online Child Phornography” yang diselenggarakan oleh Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, pada hari Kamis (15/3/2012), Nenden Esty Nurhayati mengungkapkan bahwa berdasarkan survei pada sekitar 4.000-an siswa-siswi sekolah dasar kelas 4,5, dan 6, terbukti sebanyak 68 persen mengaku pernah mengakses konten pornografi. Bahkan, tambahnya, beberapa dari siswa-siswi tersebut sudah dalam tahap kecanduan pornografi.

Selanjutnya Nenden mengatakan, dalam industri pornografi, anak menjadi objek seksualitas yang dijual secara online dalam bentuk video, gambar, serta dalam bentuk fisik berupa penjualan anak itu sendiri. Bukan hanya itu saja, karena kurangnya kontrol sosial dari lingkungan, akhirnya mengakibatkan anak menjadi konsumen konten-konten pornografi yang ditawarkan di berbagai media elektronik online.
“Dalam pornografi yang melibatkan anak-anak, baik sebagai pelaku maupun konsumen, mereka sama-sama merupakan korban,” ujarnya. Menurut Nenden, anak-anak yang mengalami kecanduan pornografi akan menjadi generasi yang hilang. “Akan lebih sulit menyembuhkan, kalau tak dikenali gejalanya dari awal,” katanya.

Lebih lanjut Nenden menjabarkan beberapa ciri-ciri anak yang mengalami kecanduan pornografi, yaitu antara lain mudah haus dan tenggorokan terasa kering, sering minum, sering buang air kecil, sering berkhayal, sulit berkonsentrasi, jika bicara cenderung menghindari kontak mata, sering bermain PS & internet dalam waktu yang lama, prestasi akademis menurun, main dengan teman/kelompok yang ‘itu-itu’ saja, dan berperilaku aneh.

Bila anak menunjukkan tanda-tanda demikian, kata Nenden, orang tua wajib waspada dan mencari pertolongan segera. “Jangan menghakimi anak. Sebaliknya, rangkul dan ajak dia bicara,” katanya.
Nenden menyarankan agar orang tua menguasai cara berinternet dan selalu mengecek riwayat koneksi internet anak. Selain itu, ia juga menganjurkan agar orang tua juga ‘berteman’ di jagad maya dengan teman-teman sang anak. “Selalu berdiskusi dan ajak anak bijak menggunakan internet,” tandasnya.
Prestasi Indonesia sebagai Juara Dunia Pengakses Situs Porno dan Mesum Tingkat Internasional, dan Juara Dua “Surga” Pornografi Terbesar di Dunia (setelah Rusia, red.) rupanya menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membentuk gugus tugas pencegahan dan penanganan pornografi. Tim yang terdiri dari sejumlah menteri dan para kepala daerah ini diharapkan bekerja secara terpadu untuk membasmi pornografi.

Indonesia Juara Dunia Pengakses Situs Porno



Misalkan ada penduduk planet bumi yang mengajukan pertanyaan berikut ini: “Negara manakah di muka bumi ini yang rakyatnya paling keranjingan pornografi? Maka jawaban jujur atas pertanyaan tersebut adalah: “Indonesia!”. Betapa tidak, data resmi yang terekam di mesin-mesin pencari data (search engines) semacam Google, Yahoo! dan sebagainya mengungkapkan bahwa para pengguna internet di Indonesia adalah yang paling banyak mengakses situs-situs porno dan mesum. Sebuah “prestasi” internasional yang sangat memalukan bagi bangsa yang bangga dengan budaya timur ini. Namun apa daya, data-data menjijikkan tersebut sudah terlanjur dicatat oleh berbagai media Information Technology (IT) di seluruh dunia dan dijadikan laporan resmi.
Meski Kementerian Komunikasi dan Informatika (MenKominfo) sudah berusaha untuk memblokir situs-situs mesum dan segala yang berbau pornografi, namun kenyataannya masih belum membuahkan hasil maksimal sesuai target yang diharapkan. Karena terbukti, sejak kampanye pemblokiran situs-situs mesum dan porno tersebut dicanangkan oleh Menkominfo, hasil yang diperoleh ternyata bukannya menurun, malah pengakses situs-situs pembejat moral itu justru semakin meningkat berpuluh kali lipat.

Data yang memalukan ini diungkapkan oleh Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Drs. Gatot S. Dewa Broto MBA. Menurutnya, satu setengah tahun lalu posisi Indonesia sebagai pengakses situs porno masih berada di urutan ke 7 sedunia. Namun pada bulan lalu peringkat Indonesia justru melonjak ke posisi paling atas, atau dengan kata lain Indonesia menjadi Juara Dunia Pengakses Situs Porno dan Mesum Tingkat Internasional, mengalahkan peringkat negara-negara dan bangsa-bangsa lain yang hidup di seantero muka bumi ini.

“Menurut data dari search engine yang kami dapat, terakhir sekitar satu bulan lalu memang menyebutkan, Indonesia menjadi negara pengakses situs pornografi tertinggi di dunia,” tandas Gatot Dewa Broto, seperti dikutip oleh Detiknet, Rabu (14/3/2012).
Sekalipun tidak memperinci besaran angkanya, Gatot menyatakan bahwa fenomena buruk ini merupakan pekerjaan rumah dan tugas yang harus terus diselesaikan. Menkominfo sendiri, lanjutnya, mengaku memiliki tanggung jawab moral dalam meminimalisir akses ke situs-situs berkonten mesum tersebut.

Menurut data hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati pada tahun 2011 yang lalu, terungkap bahwa 67 persen dari siswa kelas 4-6 sekolah dasar (SD) di kawasan Jabodetabek sudah pernah menyaksikan hal-hal mesum melalui materi pornografi lewat berbagai media. Sebanyak 24 persen di antaranya lewat komik, 18 persen melalui games, 16 persen lewat situs porno, 14 persen melalui film, dan sisanya melalui VCD dan DVD, telepon seluler, majalah dan koran.

Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia bahkan menyatakan bahwa Indonesia selain menjadi negara tanpa aturan yang jelas tentang pornografi, juga mencatat rekor sebagai negara kedua “surga” pornografi terbesar di dunia setelah Rusia.

Bahkan dari hasil survey Lembaga Survei Independen Indonesia (LSII) yang bekerjasama dengan Kemenkominfo, membuahkan temuan yang lebih mengejutkan lagi. Sebanyak 97 persen siswa SMP/SMA di Indonesia mengaku pernah menonton film porno. ”Survei itu sangat mengejutkan. Sebab itu baru 12 Kota Besar di Indonesia yang disurvei. Bagaimana kalau seluruh kota di Indonesia,” ujar Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring saat menjadi Pembicara dalam Peringatan Satu Abad Thawalib Padangpanjang, pada 27/6/2011 tahun lalu.

Bahkan, lanjut Tifatul, dari survei tersebut juga diperoleh data bahwa 92.1 persen dari siswa SMP/SMA di Indonesia pernah melakukan (red-maaf) oral seks. Para siswa mengaku melakukan hal itu usai melihat tayangan yang mereka peroleh dari jaringan internet dan video.

Prestasi Indonesia sebagai Juara Dunia Pengakses Situs Porno dan Mesum Tingkat Internasional, dan Juara Dua “Surga” Pornografi Terbesar di Dunia (setelah Rusia, red.) rupanya menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga merasa perlu membentuk gugus tugas pencegahan dan penanganan pornografi. Tim yang terdiri dari sejumlah menteri dan para kepala daerah ini diharapkan bekerja secara terpadu untuk membasmi pornografi.

Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi ini dibentuk oleh Presiden SBY melalui Perpres No 25 Tahun 2012 pada tanggal 2 Maret 2012 yang baru lalu. Perpres tersebut mengacu pada Undang-undang Nomor 44 Pasal 42 Tahun 2008 yang mengatur tentang masalah Pornografi, yang memang mengamanatkan pembentukan semacam gugus tugas untuk menanggulangi bahaya laten penyakit masyarakat ini.




Susunan Pengurus Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi tersebut adalah sebagai berikut:
Ketua: Menko Kesra, Agung Laksono
Ketua Harian: Menteri Agama, Suryadharma Ali
Anggota:
-Menkominfo, Tifatul Sembiring
-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar
-Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin,
-Mendikbud, M.Nuh
-Mendagri, Gamawan Fauzi
-Menperin, MS. Hidayat
-Mendag, Gita Wiryawan
-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari E. Pangestu
-Menkes, Endang Rahayu Sedyaningsih
-Mensos, Salim Segaf Al Jufri
-Menpora, Andi Malarangeng
-Kapolri, Jendral Timur Pradopo
-Jaksa Agung, Basrief Arief
-Ketua KPI, Dadang Rahmat, dan
-Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Dr Mukhlis Paeni.

Kita semua berharap agar upaya Gugus Tugas bentukan Presiden SBY tersebut bisa segera membuahkan hasil positif dalam memberantas kemesuman dan pornografi di negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini. Karena faktanya, meski kelompok-kelompok masyarakat sudah terlebih dahulu bertindak secara swadaya dalam memberantas kemesuman dan pornografi dengan caranya masing-masing seperti, misalnya, yang selama ini dilakukan oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam ormas Front Pembela Islam (FPI) dan lain-lain, namun tanpa dukungan nyata dari pihak pemerintah berupa penegakan hukum dengan sanksi-sanksi yang tegas, maka upaya ormas-ormas semacam FPI itu tidak akan bisa mencapai hasil yang optimal.

Semoga di masa mendatang “prestasi” Internasional bangsa Indonesia dalam bidang kemaksiatan bisa segera menurun ke peringkat yang lebih rendah, dan tidak menjadi “Juara Dunia” lagi. [KbrNet/adl]

Sumber; http://kabarnet.wordpress.com
»»  READ MORE ...

Four deposed President RI, How SBY?






“MENGGULINGKAN REZIM GAGAL YANG SEDANG BERKUASA”. 


Itulah wacana yang tak mau sirna dari benak sejumlah kalangan masyarakat elemen bangsa Indonesia saat ini. Terkatung-katungnya kasus mega korupsi Bank Century, lalu maraknya praktek korupsi yang menyeret nama sejumlah pejabat dan anggota DPR terutama kader-kader elit Partai Demokrat, kemudian wacana kenaikan harga BBM dan Listrik yang sedang dipaksakan oleh pemerintah, dan masih banyak lagi, semua itu membuat rapor pemerintah rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dicorat-coret dengan angka merah oleh masyarakat. Sampai akhirnya timbul wacana untuk menggulingkan rezim gagal ini sebelum pemilu 2014. Apakah wacana ini sah secara hukum dan Undang-Undang? Jawabnya adalah: “Sah!”
Bagaimanakah prosedur konstitusional pemakzulan seorang presiden Indonesia?
Wakil Ketua MPR-RI dari fraksi PPP, Lukman Hakim Syaifuddin, pernah mengungkapkan bahwa tahap awal urusan pemakzulan atau prosedur impeachment seorang presiden sepenuhnya menjadi urusan DPR. “Apa yang mau disiapkan MPR, ini berpulang ke konstituen tergantung DPR apakah Presiden melakukan pelanggaran hukum,” demikian yang pernah dikatakan Lukman saat ditanya oleh wartawan pada acara ‘Pers Gathering’ di Belitung, (12/11/2011) sekitar empat bulan yang lalu.

Lukman menjelaskan bahwa tahapan pemakzulan presiden harus berawal dari pihak DPR. Lembaga DPR-lah yang akan melihat dan menentukan apakah Presiden melakukan atau terlibat dalam lima macam pelanggaran berat, seperti makar, korupsi, suap, tindak pidana berat dan perbuatan tercela lainnya. ”DPR berpendapat dan diuji di MK (Mahkamah Konstitusi), kalau terbukti, DPR merekomendasikan ke MPR (untuk dilaksanakan) sidang istimewa,” demikian jelasnya. Oleh karenanya MPR, kata Lukman, tidak memiliki persiapan apa-apa terkait wacana pemakzulan. “MPR itu hanya di ujung nantinya,” tandasnya.



Sejarah Penggulingan Presiden-Presiden Indonesia
Sebetulnya, tindakan penggulingan presiden dari jabatannya bukan merupakan hal baru bagi rakyat Indonesia. Karena sejak era Orde Lama (ORLA) seluruh Presiden RI praktis terdepak dari Istana dengan cara “digulingkan” (kecuali Presiden Megawati Sukarnoputri yang turun dari jabatannya secara normal karena kalah perolehan suara dalam Pilpres 2004).

Dibawah ini adalah catatan sejarah tentang cara pelepasan presiden-presiden Indonesia dari jabatannya:

Presiden RI ke-1 Alm.Presiden Sukarno : “Digulingkan” pada tahun 1966 dengan cara kudeta tak berdarah oleh kelompok militer dibawah pimpinan Mayjen. Suharto yang kemudian menggantikan Sukarno menjadi Presiden RI ke 2.

Presiden RI ke 2 Alm. Presiden Suharto : “Digulingkan” oleh aksi tekanan rakyat dan mahasiswa yang melakukan demonstrasi besar-besaran hingga menduduki atap gedung DPR pada tahun 1998. Aksi unjuk-rasa ini akhirnya berhasil memaksa Suharto untuk lengser meletakkan jabatannya sebagai presiden. Selanjutnya Suharto digantikan oleh Wapres BJ Habibie yang menjadi presiden RI ke 3.

Presiden RI ke 3 BJ Habibie : “Digulingkan secara halus” oleh DPR/MPR dengan cara Mosi Tidak Percaya dan menolak laporan pertanggung-jawabannya dalam Sidang MPR, yang akhirnya membuat Habibie kecewa dan enggan ikut dalam Pilpres. Presiden Habibie memangku jabatan hanya 18 bulan saja.

Presiden RI ke 4 Alm. Abdurrahman Wahid : ”Digulingkan dengan paksa” dari jabatannya oleh keputusan Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, yang membuatnya terdepak dari Istana sebelum akhir masa jabatannya. Presiden Abdurrahan Wahid (Gus Dur) menduduki kursi kepresidenan hanya 2 tahun 9 bulan.
Presiden RI ke 5, Megawati Sukarnoputri : adalah satu-satunya presiden Indonesia yang turun dari jabatannya secara wajar, yakni karena kalah dalam perolehan suara saat Pilpres 2004.

Dari catatan di atas, sejarah membuktikan bahwa dari 5 Presiden RI yang terdahulu, hanya Presiden Megawati saja yang turun dari jabatannya secara wajar, sedangkan 4 Presiden RI sebelumnya dipaksa mengakhiri jabatannya dengan jalan “digulingkan” melalui berbagai macam cara, ada yang secara berterang, dan ada pula yang secara halus karena sengaja dikemas dengan bungkus konstitusi. Namun apapun namanya, yang dialami oleh Empat Presiden RI tersebut di atas adalah suatu “penggulingan”.
Sejumlah kader elit Partai Demokrat belakangan ini gemar menggunakan istilah “makar” dalam merespon berbagai pihak yang mereka tuding bermaksud menggulingkan pemerintah rezim SBY sebelum akhir masa jabatannya pada 2014.


Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan, menuding bahwa pernyataan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, di sejumlah media yang menyatakan masa kepemimpinan presiden SBY tak akan sampai 2014 dianggapnya suatu indikasi bahwa Wiranto ingin bertindak makar menggulingkan SBY.
Pohan mengatakan agar Wiranto sebaiknya bersaing secara sehat dan konstitusional. “Kita harus percaya konstitusi kita kalau sirkulasi elite itu lima tahun sekali. Pak SBY 2014 sudah tidak bisa lagi mencalonkan. Sudahlah kita selesaikan di situ, kecuali presiden melakukan kesalahan konstitusional. Jangan ada masalah sedikit bilang tidak akan sampai 2014,” ujarnya kesal.






Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Menurutnya, Wiranto sebaiknya tidak menari di atas pihak-pihak yang ingin menjatuhkan SBY. Ruhut menyebut mereka yang menginginkan SBY jatuh hanyalah sampah-sampah politik. “Wiranto jangan latah. Menari di atas sampah-sampah politik. Siapa sampah pol? Mereka yang mau melengserkan SBY!” tudingnya.

Tampaknya para kader elit Partai Demokrat seperti Ramadhan Pohan dan Ruhut Sitompul lupa bahwa 4 (empat) Presiden RI juga berakhir dengan cara “digulingkan”. Hanya caranya saja yang berbeda, ada yang secara kasar dan terang-terangan seperti penggulingan Presiden Sukarno, dan ada juga yang dikemas dengan “bungkus” tertentu, semisal bungkus Sidang Istimewa MPR, bungkus Mosi Tidak Percaya, bungkus penolakan Laporan Pertanggung-jawaban, dan sebagainya agar “terlihat konstitusional”, padahal pada dasarnya sama saja bahwa itu semua adalah tindakan penggulingan presiden. Para kader Demokrat tersebut lupa bahwa Rakyat Indonesia sudah pernah menggulingkan 4 presiden, dan tindakan tersebut terbukti sah-sah saja, bahkan dicatat dalam kitab-kitab sejarah.
Penggulingan presiden dengan cara Kudeta
Bagi mereka yang sudah tak sanggup bersabar lagi menunggu datangnya pemilu 2014 dan memilih langkah penggulingan presiden diluar prosedur konstitusi, sebaiknya mencermati pendapat mantan Menhankam Pangab Jenderal (Purn) Wiranto seputar masalah Kudeta.

1] Wiranto berpendapat bahwa satu-satunya pihak yang paling sanggup melakukan kudeta terhadap pemerintah adalah pihak militer. Dalam sebuah diskusi dengan tema “Kenaikan BBM = Makar” di Gedung DPR, pada hari Kamis (8/3/2012), Wiranto membantah berbagai tudingan yang diarahkan kader Demokrat kepadanya.
“Sebenarnya yang mampu melakukan kudeta atau makar itu militer. Kenapa militer, karena organisasinya kuat, mantap, solid, disiplinnya bagus dan keberadaannya menyebar di seluruh negeri,” tutur Wiranto menjabarkan.
Dengan alasan seperti yang tersebut diatas, petinggi militer, lanjut Wiranto, jika menginginkan gerakan makar jauh lebih mudah dibandingkan organisasi lain. Upaya makar ini biasanya terjadi di negara-negara berkembang. Sebagai contoh Wiranto merujuk pada negara Thailand dan Myanmar.


Selanjutnya Wiranto mengatakan, kedudukan seorang Presiden RI cukup kuat dalam menghadapi kemungkinan kudeta “Kenapa di Indonesia tidak terjadi kudeta militer? Itulah hebatnya kita, karena Presiden kita adalah panglima tertinggi. Siapa presidennya, bagaimanapun potongannya, itu panglima tertinggi,” ujar Wiranto.

Organisasi militer di Indonesia menurut Wiranto cukup unik, karena Panglima TNI wilayahnya dibagi habis kepada para komando wilayah seperti Pangdam, Panglima Udara, Angkatan Laut, Armabar dan lain sebagainya. Sehingga Panglima TNI, menurutnya, tidak mempunyai kekuatan apa-apa, selain kekuatan komando melalui sub koordinasi. “Yang punya kekuatan langsung itu Kostrad, tetapi keberadaannya tidak di seluruh wilayah. Sehingga kalau mau melakukan itu (makar, red.) tidak mungkin, karena tidak tersebar,” paparnya.

2] Lebih lanjut lagi Wiranto menjelaskan bahwa kemungkinan makar juga bisa dilakukan oleh warga sipil yang mempunyai posisi penting dan strategis di masyarakat, seperti pemimpin partai politik atau pun organisasi masyarakat. Namun keberadaannya head to head langsung dengan pemerintah dengan mengambil sikap oposan. Dengan catatan, pemimpin ini bisa menggerakkan massa dalam jumlah yang besar secara massif dan dalam waktu yang sangat singkat. “Di Indonesia sangat tidak mungkin seorang pemimpin yang mampu mengerahkan kekuatan besar dalam waktu yang cepat, tidak bisa,” tegas Wiranto.

3] Yang ketiga, lanjut Wiranto, adanya nasional disorder atau kesemrawutan hukum. Masyarakat tanpa dikomando bergerak secara serentak seperti bola salju. Mereka bergerak karena mengindikasikan hukum tidak ditegakkan secara baik oleh pemerintah. Hukum dipandang tidak lagi dapat mengawal proses demokrasi, melainkan jadi komoditas politik.

Kalau kita mempelajari paparan Jenderal (Purn) Wiranto di atas dengan cermat dan seksama, sebetulnya mengandung dua arti, tergantung dari bagaimana orang memahaminya. Karena di satu sisi Wiranto seolah mengatakan bahwa Kudeta itu tidak mudah dengan berbagai alasan yang dikemukakannya, namun disisi lain Wiranto seolah memberikan “KUNCI” yang bisa dijadikan panduan bahwa “tindakan kudeta sangat mungkin dilakukan” asalkan pihak-pihak yang terkait mampu mengorganisir gerakannya seperti yang dipaparkan oleh Wiranto.

Misalkan, ada sebuah kelompok organisasi massa yang setelah melakukan lobi-lobi khusus akhirnya berhasil meyakinkan Panglima TNI untuk membantu kelompoknya melakukan kudeta. Kemudian Panglima TNI pun berhasil meyakinkan para Pangdam di setiap daerah untuk memobilisasi pasukan, atau, agar tidak menganggu aksi kelompok yang akan melakukan kudeta, seperti saat militer mendiamkan saja peristiwa aksi penggulingan Presiden Suharto pada tahun 1998. Kemudian kelompok ormas tersebut juga berhasil mengadakan lobi-lobi dengan kelompok-kelompok mahasiswa dan ormas-ormas lain yang sama-sama tidak puas dengan kinerja pemerintah agar bergabung dalam gerakan kudeta. Kalau hal itu dilakukan, bukankah tidak mustahil nanti pada akhirnya kelompok tersebut akan berhasil melumpuhkan pemerintah dan melakukan kudeta?

sumber ;http://kabarnet.wordpress.com
»»  READ MORE ...