Pengertian Tentang Sabda / Sabdo Palon dan Hubungan Dengan Kalimasada ..
![]() |
| Semar pembawa amanat tentang Kalimasada |
Begitupun dalam tulisan artikel yang telah saya sunting dibawah ini, bukan untuk runutan atau peng-artian sebagai pedoman, postingan ini hanya sebagai penambah wawasan kita saja.
--- Ya Tuhan, Semoga Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai untuk selamanya ---
Ini Merupakan awal proses Kita di masa depan untuk menghadapi kenyataan yang akan datang...
Dikutif dari Buku Ramalan Ghaib Sabdo Palon Noyo Genggong
Dimuat di Media Hindu Nopember 2008
MEMBEDAH SEJATINYA SABDO PALON BERDASARKAN BEBERAPA VERSI;
Tulisan ini saya ambil dari Syaiful Bahri
MEMBEDAH SEJATINYA SABDO PALON
SIAPAKAH SABDO PALON?
SIAPAKAH NOYO GENGGONG?
(Benang Merah Sabdo Palon, Uga Wangsit Siliwangi, Ramalan Joyoboyo, Kalki Avatar, Imam Mahdi dan cerita-cerita tentang Akhir Jaman)
Baca Selengkapnya
Lalu siapakah Grojogan Sewu?
Grojogan Sewu adalah pembimbing raja_raja nusantara dan para wali karena beliau diberikan semacam wewenang/mandat Dari Semar Badranaya untuk mengajarkan Hikmah Dan Ilmu Kesempurnaan kepada para raja-raja & para wali di nusantara bahkan sampai masa sekarang ini.
Siapakah yang pernah belajar kepada beliau? Hampir semua raja-raja nusantara di bimbing oleh beliau, dan salah satunya adalah Raja Brawijaya yang menghilang di Puncak Gn. Lawu dan Prabu Siliwangi Raja Pajajaran.
Nah dari sinilah tampak benang merah mengapa kisah Sabdo Palon Dan Uga Wangsit Siliwangi seperti pinang dibelah dunia, ibarat kunci dengan gembok nya.
Apa hubungan nya Grojogan Sewu dengan Sabdo Palon?
GROJOGAN SEWU = SABDO PALON = NOYO GENGGONG
Makna Selengkapnya
Nah sekarang Siapakah Sejatinya Rangga Seta?
Siapakah Sejatinya Semar Badranaya?
Untuk mengetahui benang merah antara Hadist tentang Imam Mahdi, Cerita Uga Wangsit Siliwangi, Sabdo Palon, Jongko Joyoboyo, Kalki Avatar. Saya mencoba untuk membuat Silsilah ilmu terlebih dahulu dan kata kunci dari semua ciri dari cerita-cerita tersebut.
Silsilah Ilmu dan Kata Kunci.
Baca Selengkapnya
SABDO PALON BUKAN SEMAR
Penjabaran dari kata kunci di atas. Semar sebagai Dewa dalam Pewayangan
Kisah Sabdo Palon & Uga Wangsit Siliwangi tentang Pemimpin Nusantara di Akhir Jaman adalah Ciri dari Waskita nya Raja Brawijaya dan Prabu Siliwangi. Ke waskitaan tersebut di Ajarkan oleh Syech Grojogan Sewu. Syech Grojogan Sewu di ajarkan oleh Rangga Seta. Rangga Seta di Ajarkan oleh Semar Badranaya.
Baca Selengkapnya
Hubungan Uga Wangsit Siliwangi, Kisah Sabdo Palon, Avatar dan Hadist Rosulullah Muhammad SAW.
Budak Angon Dan Pemuda Berjanggut menguasai 4 unsur (Api, Angin, Air dan Tanah) karena hakikatnya semua penciptaan itu berasal dari 4 unsur. Mengapa dia dapat menguasai 4 unsur itu? Karena ia lah Pancernya, menemukan sejati dirinya.
Hakikatnya Api adalah Cahaya Merah, Angin adalah Cahaya Kuning, Air adalah Cahaya Putih, Tanah adalah Cahaya Hitam.
Merah hakikatnya Syaidina Abu Bakar, Kuning adalah Syaidina Umar, Putih adalah Syaidina Usman Dan Hitam adalah Syaidina Ali.
Hadist Tentang Akhir Zaman Menuju Kebangkitan Indonesia.
Baca Selengkapnya
Lambang Garuda ditengah dan 8 Bintang di delapan arah.
baca Makna Bintang dalam NILAI-NILAI LUHUR NUSANTARA PRIBADI BANGSAKU.
Delapan = DALAPAN (Bahasa Sunda)
Berdasarkan filosofi Aksara Jawa
Baca Selengkapnya
Itulah paparan tulisan diatas yang sudah menjabarkan tentang arti dan makna tentang pengertian inti dari SABDA PALON dan KALIMASADA berdasarkan tulisan dari Syaiful Bahri.
dibawah ini juga saya lampirkan beberapa sanggahan yang sebelumnya sudah saya sortir, dan yang menurut saya ada hubungan dengan menyangkut tulisan diatas.
Andi Baleandi
Syaiful Lupy Bahri
Surya Budi
Achmad
Lintang Wetan
bathara bayu
Ratu Adil - 666
Tentang Kalimasada menurut saya;
Menyangkut kalimat atau Ilmu kalimasada, yang dalam istilah pewayangan ditatar sunda sering disebut Layang jamus Kalimusada, yang bagi kebanyakan orang diartikan itu adalah suatu benda yang sakti mandra guna. padahal itu adalah suatu ilmu yang orang mencarinya susah susah gampang.
Semar sendiri yang mengetahui tentang kalimat atau biasa disebut ilmu ini sudah mengingatkan,
“ tenden na hate eta teh bakal nyalametkeun anjeun tina dunya jeung akherat engke”.
Arti dan maksudnya adalah ; kebaikan itu sudah tersimpan di hati karena itu yang akan menyelamatkan mu di dunia dan akhirat nanti”.
Semar mengatakan bahwa jangan jauh jauh mencari tentang ilmu atau benda tersebut, karena sudah ada disini, sambil menunjuk dadanya. nah bagi kebanyakan orang pada waktu itu dengan menunjuk pada dada nya sendiri dianggap orang bahwa benda tersebut berada didiri semar , padahal semar menunjuk diirinya adalah maksudnya menunjuk keha ti, maksudnya bahwa ilmu itu ada didiri orang yang mau mengamalkan ilmu dua kalimat sahadat.
Penutup;
Dari semua masukan diatas menurut saya Intinya adalah ketika Ajaran dari para leluhur dan Ajaran Ayat yang bersumber dari suatu agama seyogyanya akan dan harus berjalan beriringan, saling bersinkronisasi, dan saling mengisi untuk menciptakan suatu pemahaman yang mengandung dan mengarah kesatu tujuan yang dimaksud.
Begitu juga jika kita berbicara waktu dan skenario, Sejarah adalah kacabenggala. dari mana kita asal, ada dimana dan mau kemana. Pemahaman filosofis apapun semua bertujuan cara pencarian jatidiri. pendapat atau keyakinan siapapun itu kita musti bisa menghargai, sejauh tidak mengandung menghasut, menghina bahkan sekedar mencela.
Yang utama, adalah cara pandang dan tingkat kematangan berfikir seseorang dari kedudukannya dan latar belakangnya sudah masing-masing membawa hukum Kudratulloh.
Demikianlah artikel ini saya posting sebagai tambahan wawasan anda, dan semoga tulisan saya ini bukan menjadi bahan perdebatan ..
Edit ; wawansurya
Sumber ;
aslimajapahit.blogspot.com
http://satusatukosong.wordpress.com/2012/02/20/pribadi-bangsaku/
affiliate-waones.com























.jpg)




