Rabu, 29 April 2015

Pasukan Panji Hitam-Ashabu Raayati Suud bag.1






Literatur Modernisasi Dalam Perspektif Islam
Ashabu Raayati Suud bag.1

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai? Apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat wal'afiat yahh.. :SBM kali ini tidak akan memposting Artikel yang berhubungan dengan Posting dan Gambar Porno :) tetapi SBM akan mencoba menshare tentang bahasan mengenai ARTIKEL AKHIR ZAMAN

yang Disunting Dari waones articles
dengan Judul Asli : Ashabu Raayati Suud bag.1



Pada pembahasan yang lalu, SBM telah menyinggung bahasan mengenai 3 Golongan Manusia dalam menyikapi Hari Kiamat dan tanda-tanda Kedatangannya, dan bila anda ingin membaca artikel lainnya yang berhubungan dengan artikel Akhir Zaman, silahkan klik Open dibawah ini dan Klik pada Link judul artikel tersebut.

Selamat membaca !!!
---------------
Klik Open >>>























=========================
--------------------
Edisi Akhir Zaman
-------------


Ashabu Raayati Suud



Al-Mahdi adalah tokoh Islam yang agung pada penghujung panggung sejarah kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Ia berhasil meredakan kekufuran dan kerusakan yang melanda seluruh dunia di akhir zaman. Ia menegakkan khilafah ‘ala minhajin nubuwah, memimpin umat manusia dengan keadilan syariat Islam, dan menaburkan kemakmuran ke segenap penjuru dunia.

Al-Mahdi tidak bekerja sendirian. Ia sampai ke tampuk kekuasaan lewat perjuangan keras pasukan pembawa panji-panji hitam (Ashabu Raayatis Suud) dari negeri Khurasan. Mereka pula yang meneguhkan kekhilafahannya dan menyertai dengan setia setiap langkah perjuangannya.

Sebuah Issu yang cukup menghebohkan di abad 21 ini adalah adanya dugaan bahwa kelompok yang dijanjikan itu sudah ada. Kemunculan sebuah tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Taliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Benarkah mereka adalah tim sukses bagi Al-Mahdi dan pendukung setianya?

Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; membebaskan Baitul Maqdis, Tanah Suci dan mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Faktor lain yang juga menguatkan dugaan ini adalah bahwa mereka dikenal sebagai muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa nubuwah. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya; beriman, berhijrah, berperang, mendirikan daulah Islam, menghancurkan berhala, melawan dua super power dunia, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dalam menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka. Beberapa analis dan pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.


Namun, benarkah demikian?
Buku istimewa ini menghadirkan kajian dengan topik tokoh-tokoh utama yang memegang peranan sentral dalam perjuangan Al-Mahdi di akhir zaman. Mereka adalah Thaifah Manshurah, Ashabu Raayatis Suud dan Bani Ishaq, termasuk fenomena Taliban dan Al-Qaeda yang mengharapkan akan bergabung dengan Al-Mahdi jika telah tiba kemunculannya. Melalui sebuah kajian ilmiah berdasar dalil-dalil syar’i dan fakta-fakta lapangan, pembaca diajak untuk mengungkap berbagai fenomena kontemporer dan prediksi mendatang, khususnya yang bertalian erat dengan tanda besar kiamat; Al-Mahdi!. Berbagai data, hipotesa, pertanyaan dan pendapat termutakhir akan pembaca dapatkan dalam kajian yang sangat urgen namun masih langka ini. Menakjubkan!

https://granadamediatama.wordpress.com/back-cover/ashabu-raayati-suud/

-------------


Menguak Misteri Al-Mahdi & Pasukan Panji Hitam (Part 1)

Di akhir zaman nanti, akan terjadi peristiwa-peristiwa besar yang akan mengguncang dunia karenanya. Hal ini merupakan suatu tanda akan datangnya kiamat kubra (kiamat besar). Tentunya setiap peristiwa-peristiwa besar akan memunculkan tokoh-tokoh besar pula. Salah satu tokoh besar yang memainkan peranan penting dalam kelangsungan hidup umat Islam akhir zaman adalah Al-Mahdi, tokoh yang diselalu disebut-sebut dalam hadist Nabi sebagai pemimpin akhir zaman yang akan menguatkan Islam bersama Nabi Isa as.

Al-Mahdi adalah tokoh agung yang hidup pada penghujung panggung sejarah kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Lewat keuletan, ketegaran, kerja keras dan pengorbanan demi meredakan kekafiran dan kerusakan yang melanda seluruh dunia di akhir zaman. Ia menegakkan khilafah'ala minhajin, memimpin umat manusia dengan keadilan syariat Islam dan menaburkan kemakmuran ke segenap penjuru dunia.

Namun, perlu diingat, Al-Mahdi hanya manusia biasa. sehebat apapun kadar keimanan, amal shalih, ketaqwaan, keuletan dan ketegaran; ia tetaplah manusia yang mempunyai keterbatasan Ia tidak menunaikan misi suci yang begitu besar seorang diri, ia juga butuh dukungan orang-orang berkwalitas, ulet, tegar dan tanpa pamrih dan dalam hadist rasul dikatakan bahwa ia benar-benar mendapatkan pengikutnya yang diharapkan itu.


A. Hadist Nabi mengenai pengikut-pengikut Al-Mahdi

Hadist-hadist Nabi mengatakan bahwa mereka adalah Pasukan Pembawa Panji-Panji Hitam atau Ashabu Ar-raayatis Suud. Mereka datang pada saat yang tepat, bekerja cepat dan mendapat hasil yang akurat. Merekalah yang bekerja keras dari satu medan jihad ke medan jihad lain.

Dalam beberapa hadist, Rasulullah SAW. pernah memberitahukan bahwa akan muncul Ashabu Ar-raayati Suud atau pasukan panji hitam. Rasulullah menyebut bahwa mereka datang dari Khurasan.

Mengenai negeri Khurasan itu sendiri, para pendapat berselisih paham mengenai daerah Khurasan tersebut. Uraian tentang pendapat-pendapat itu sebagaimana berikut :

Pendapat Imam Abu Ubaid Al-Bakri dalam Mu'jamu Maa Ista'jama, 1/140 : makna Khurasan berasal dari bahasa Persia Khur yang berarti sukses dan Asan yang berarti mudah. Jadi, menurut beliau, Khurasan berarti kesuksesan tanpa adanya kesusahan. Para ulama menyebutkan Khurasan merupakan negeri tempat matahari terbit yang kemungkinan besar dimaksud hadist adalah Persia dikarenakan bangsa Arab pada masa itu menyebut Persia untuk merujuk pada negeri-negeri timur.

Pengarang buku Ta'rifun bil Amakin Al-Waridah fil Bidayah wan Nihayah, 1/147 menulis: Khurasan merupakan bahasa persia yang berarti tempat matahari terbit atau negeri timur matahari. Merupakan negeri yang luas, mencakup Iran, membentang dari Jurjan hingga Thabaristan, serta negeri-negeri belakang sungai Jihun. Dari segi politik, Khurasan merujuk pada Afghanistan.

Pendapat Ibnu Yaqut Al-Hamawi dalam Mu'jamul Buldan, 2/149-153 menulis : Khurasan adalah negeri yang luas, berbatasan dengan wilayah dekat Irak, yaitu Azadzawar dan akhir batasnya adalah negeri India, yaitu wilyah Takharistan, Gaznah, Sijistan dan Karman. Ibnu Yaqut juga menulis dalam bukunya ini mngenai pendapat para pakar mengenai asal nama daerah tersebut diberi nama 'Khurasan'.

Mengenai ciri-ciri dari pasukan Ashabu Ar-raayati Suud, beberapa hadist Nabi menyatakan mereka adalah generasi terakhir Thaifah Mansurah. Mereka adalah kelompok yang berada di atas kebenaran, menegakkan dan memperjuangkan agama Allah, memperbaharui ajaran Islam yang dilalaikan umat, meraih kemenangan hingga kiamat dan mereka adalah orang-orang yang sangat sabar dan teguh serta kuat.

Dalam lintasan sejarah, kelompok garis keturunan Thaifah Mansurah merupakan kelompok-kelompok pejuang penegak agama Allah. Dimulai dari pemerintahan Zanki, jihad fi sabilillah pemerintahan Ayyubiah hingga daulah Mamalik.


B. Benarkah Ashabu Ar-Raayati Suud adalah Taliban dan Al-Qaeda

Diatas telah disebutkan bahwa asal para pendukung Al-Mahdi tersebut muncul dari Khurasan, daerah yang merujuk Persia atau daerah-daerah Afghanistan. Hal ini menimbulkan dugaan dunia, benarkah Ashabu Ar-Raayati Suud adalah para pejuang Taliban dan Al-Qaeda? seberapa miripkah kesamaan mereka dengan Ashabu Ar-Raayati Suud?.

Sisi-sisi kesamaan : topik Ashabu Ar-Raayati Suud sempat menjadi pembicaraan panjang dikalang para pengamat, penulis, utamanya orang-orang yang mengaitkan hadist-hadist Nabi dengan tanda-tanda kiamat kekinian. Diantaranya dugaan bahwa Taliban dan Al-Qaeda adalah Ashabu Ar-Raayati Suud yang dijanjikan. Kesamaan mereka berdasarkan hadist Nabi sebagaimana berikut ;

Pertama, Ashabu Ar-Raayati Suud berasal dari timur (Khurasan) dan membawa panji-panji hitam, demikian pula dengan Taliban dan Al-Qaeda, mereka berasal dari Afghanistan dan Irak yang seperti kita ketahui tempat-tempat itu merujuk pada satu nama tempat yaitu 'Khurasan', mereka juga berpanji-panji hitam dan berpakaian hitam seperti disebut dalam hadist Nabi Muhammad SAW. yang diriwayatkan Tsauban, Rasulullah bersabda "...Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu (orang yang melainkan mereka) dengan suatu pembunuhan yang belum pernah terjadi sebelummu.".


Kedua, pasukan Ashabu Ar-Raayati memiliki misi merebut bumi Palestina dan Masjidil Aqsa' dari genggaman Yahudi sebagaimana apa yang dilakukan para Taliban dan Al-Qaeda yaitu merebut bumi Palestina dan Masjidil Aqsa'. Ketiga, nasab mereka (Ashabu Ar-Raayati Suud) dinisbatkan kepada desa-desa dan nama-nama mereka bukan nama asli, melainkan merupkan kiasan. Sama halnya seperti pejuang Taliban dan Al-Qaeda, nama-nama mereka merupakan nisbat tempat (desa) dan merupakan kiasan.

Contohnya : Abu Hamzah Al-Iraqi, Abu Hamzah adalah kiasan sedang Al-Iraqi adalah nama yang dinisbatkan pada daerah Irak. Keempat, Ashabu Ar-Raayati Suud diriwayatkan memiliki kemampuan tempur luar biasa, sehingga bisa menimbulkan kehancuran dan pembunuhan yang luarbiasa pula sebagaimana potongan hadist riwayat Tsaubah diatas "...lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah terjadi sebelummu."


Sama halnya dengan Taliban dan Al-Qaeda, saat berperang menjalankan misi jihad, mereka dapat mengimbangi dan mengalahkan pasuka-pasukan kafir walau dengan persenjataan yang seadanya dan entah berapa besar kerugian yang di tanggung di pihak kaum kafir, seperti dikutip dari pernyataan Tony Blair, perdana menteri Inggris mengakui akn sulitnya peperangan menghadapi mujahid Taliban di Afghanistan. Blair menyampaikan pernyataan ini di depan semua pasukan Inggris ketika ulang tahun kelia atas peperangan di Afghanistan karena perlawan hebat Taliban.Keempat, Ashabu Ar-Raayati Suud akan menaklukkan Jazirah Arab, sama halnya seperti Taliban dan Al-Qaeda yang memusuhi pejabat-pejabat Saudi dikarenakan keakraban mereka dengan bangsa Romawi Raya yang dalam hal ini merujuk pada Amerika (baca entri lainnya). Nabi Muhammad SAW. bersabda "Kalian akan memerangi jazirah Arab, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi bangsa Persia, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Bangsa Romawi, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal, maka Allah akan mengalahkannya untuk kalian." http://moslemhytech.blogspot.com/2012/02/menguak-misteri-al-mahdi-pasukan-panji.html

-------------


Persamaan Al Qaeda & Taliban dengan Panji Hitam Al Mahdi


Di akhir zaman nanti, akan terjadi peristiwa-peristiwa besar yang akan mengguncang dunia karenanya. Hal ini merupakan suatu tanda akan datangnya kiamat kubra (kiamat besar). Tentunya setiap peristiwa-peristiwa besar akan memunculkan tokoh-tokoh besar pula. Salah satu tokoh besar yang memainkan peranan penting dalam kelangsungan hidup umat Islam akhir zaman adalah Al-Mahdi, tokoh yang diselalu disebut-sebut dalam hadist Nabi sebagai pemimpin akhir zaman yang akan menguatkan Islam bersama Nabi Isa as.

Al-Mahdi adalah tokoh agung yang hidup pada penghujung panggung sejarah kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Lewat keuletan, ketegaran, kerja keras dan pengorbanan demi meredakan kekafiran dan kerusakan yang melanda seluruh dunia di akhir zaman. Ia menegakkan khilafah'ala minhajin, memimpin umat manusia dengan keadilan syariat Islam dan menaburkan kemakmuran ke segenap penjuru dunia.

Namun, perlu diingat, Al-Mahdi hanya manusia biasa. sehebat apapun kadar keimanan, amal shalih, ketaqwaan, keuletan dan ketegaran; ia tetaplah manusia yang mempunyai keterbatasan Ia tidak menunaikan misi suci yang begitu besar seorang diri, ia juga butuh dukungan orang-orang berkwalitas, ulet, tegar dan tanpa pamrih dan dalam hadist rasul dikatakan bahwa ia benar-benar mendapatkan pengikutnya yang diharapkan itu.


A. Hadist Nabi mengenai pengikut-pengikut Al-Mahdi

Hadist-hadist Nabi mengatakan bahwa mereka adalah Pasukan Pembawa Panji-Panji Hitam atau Ashabu Ar-raayatis Suud. Mereka datang pada saat yang tepat, bekerja cepat dan mendapat hasil yang akurat. Merekalah yang bekerja keras dari satu medan jihad ke medan jihad lain.

Dalam beberapa hadist, Rasulullah SAW. pernah memberitahukan bahwa akan muncul Ashabu Ar-raayati Suud atau pasukan panji hitam. Rasulullah menyebut bahwa mereka datang dari Khurasan.

Mengenai negeri Khurasan itu sendiri, para pendapat berselisih paham mengenai daerah Khurasan tersebut. Uraian tentang pendapat-pendapat itu sebagaimana berikut :

Pendapat Imam Abu Ubaid Al-Bakri dalam Mu'jamu Maa Ista'jama, 1/140 : makna Khurasan berasal dari bahasa Persia Khur yang berarti sukses dan Asan yang berarti mudah. Jadi, menurut beliau, Khurasan berarti kesuksesan tanpa adanya kesusahan. Para ulama menyebutkan Khurasan merupakan negeri tempat matahari terbit yang kemungkinan besar dimaksud hadist adalah Persia dikarenakan bangsa Arab pada masa itu menyebut Persia untuk merujuk pada negeri-negeri timur.

Pengarang buku Ta'rifun bil Amakin Al-Waridah fil Bidayah wan Nihayah, 1/147 menulis: Khurasan merupakan bahasa persia yang berarti tempat matahari terbit atau negeri timur matahari. Merupakan negeri yang luas, mencakup Iran, membentang dari Jurjan hingga Thabaristan, serta negeri-negeri belakang sungai Jihun. Dari segi politik, Khurasan merujuk pada Afghanistan.

Pendapat Ibnu Yaqut Al-Hamawi dalam Mu'jamul Buldan, 2/149-153 menulis : Khurasan adalah negeri yang luas, berbatasan dengan wilayah dekat Irak, yaitu Azadzawar dan akhir batasnya adalah negeri India, yaitu wilyah Takharistan, Gaznah, Sijistan dan Karman. Ibnu Yaqut juga menulis dalam bukunya ini mngenai pendapat para pakar mengenai asal nama daerah tersebut diberi nama 'Khurasan'.

Mengenai ciri-ciri dari pasukan Ashabu Ar-raayati Suud, beberapa hadist Nabi menyatakan mereka adalah generasi terakhir Thaifah Mansurah. Mereka adalah kelompok yang berada di atas kebenaran, menegakkan dan memperjuangkan agama Allah, memperbaharui ajaran Islam yang dilalaikan umat, meraih kemenangan hingga kiamat dan mereka adalah orang-orang yang sangat sabar dan teguh serta kuat.

Dalam lintasan sejarah, kelompok garis keturunan Thaifah Mansurah merupakan kelompok-kelompok pejuang penegak agama Allah. Dimulai dari pemerintahan Zanki, jihad fi sabilillah pemerintahan Ayyubiah hingga daulah Mamalik.


B. Benarkah Ashabu Ar-Raayati Suud adalah Taliban dan Al-Qaeda

Diatas telah disebutkan bahwa asal para pendukung Al-Mahdi tersebut muncul dari Khurasan, daerah yang merujuk Persia atau daerah-daerah Afghanistan. Hal ini menimbulkan dugaan dunia, benarkah Ashabu Ar-Raayati Suud adalah para pejuang Taliban dan Al-Qaeda? seberapa miripkah kesamaan mereka dengan Ashabu Ar-Raayati Suud?.

Sisi-sisi kesamaan : topik Ashabu Ar-Raayati Suud sempat menjadi pembicaraan panjang dikalang para pengamat, penulis, utamanya orang-orang yang mengaitkan hadist-hadist Nabi dengan tanda-tanda kiamat kekinian. Diantaranya dugaan bahwa Taliban dan Al-Qaeda adalah Ashabu Ar-Raayati Suud yang dijanjikan. Kesamaan mereka berdasarkan hadist Nabi sebagaimana berikut ; Pertama, Ashabu Ar-Raayati Suud berasal dari timur (Khurasan) dan membawa panji-panji hitam, demikian pula dengan Taliban dan Al-Qaeda, mereka berasal dari Afghanistan dan Irak yang seperti kita ketahui tempat-tempat itu merujuk pada satu nama tempat yaitu 'Khurasan', mereka juga berpanji-panji hitam dan berpakaian hitam seperti disebut dalam hadist Nabi Muhammad SAW. yang diriwayatkan Tsauban, Rasulullah bersabda "...Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu (orang yang melainkan mereka) dengan suatu pembunuhan yang belum pernah terjadi sebelummu.". Kedua, pasukan Ashabu Ar-Raayati memiliki misi merebut bumi Palestina dan Masjidil Aqsa' dari genggaman Yahudi sebagaimana apa yang dilakukan para Taliban dan Al-Qaeda yaitu merebut bumi Palestina dan Masjidil Aqsa'. Ketiga, nasab mereka (Ashabu Ar-Raayati Suud) dinisbatkan kepada desa-desa dan nama-nama mereka bukan nama asli, melainkan merupkan kiasan. Sama halnya seperti pejuang Taliban dan Al-Qaeda, nama-nama mereka merupakan nisbat tempat (desa) dan merupakan kiasan.

Contohnya : Abu Hamzah Al-Iraqi, Abu Hamzah adalah kiasan sedang Al-Iraqi adalah nama yang dinisbatkan pada daerah Irak. Keempat, Ashabu Ar-Raayati Suud diriwayatkan memiliki kemampuan tempur luar biasa, sehingga bisa menimbulkan kehancuran dan pembunuhan yang luarbiasa pula sebagaimana potongan hadist riwayat Tsaubah diatas "...lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah terjadi sebelummu." Sama halnya dengan Taliban dan Al-Qaeda, saat berperang menjalankan misi jihad, mereka dapat mengimbangi dan mengalahkan pasuka-pasukan kafir walau dengan persenjataan yang seadanya dan entah berapa besar kerugian yang di tanggung di pihak kaum kafir, seperti dikutip dari pernyataan Tony Blair, perdana menteri Inggris mengakui akn sulitnya peperangan menghadapi mujahid Taliban di Afghanistan. Blair menyampaikan pernyataan ini di depan semua pasukan Inggris ketika ulang tahun kelia atas peperangan di Afghanistan karena perlawan hebat Taliban.Keempat, Ashabu Ar-Raayati Suud akan menaklukkan Jazirah Arab, sama halnya seperti Taliban dan Al-Qaeda yang memusuhi pejabat-pejabat Saudi dikarenakan keakraban mereka dengan bangsa Romawi Raya yang dalam hal ini merujuk pada Amerika (baca entri lainnya). Nabi Muhammad SAW. bersabda "Kalian akan memerangi jazirah Arab, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi bangsa Persia, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Bangsa Romawi, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal, maka Allah akan mengalahkannya untuk kalian."

Diposkan oleh Orang Biasa di 18.13 http://sayajugamanusia.blogspot.com/2012/05/persamaan-al-qaeda-taliban-dengan-panji.html

----------------


Kerajaan Arab Saudi yang semakin rapuh




Kerajaan Arab Saudi yang semakin rapuh & era kemunculan tentera Imam Mahdi


Ashabu Rayati Suud adalah generasi akhir "Thaifah Mansurah" yang dijanjikan. Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.” [1]

Membicarakan kemunculan Imam Al-Mahdi, kita tidak dapat terlepas dari membicarakan satu kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai pasukan panji hitam (Ashhabu Rayati Suud / The Black Banner). Kelompok ini memiliki beberapa ciri khusus yang akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengenalinya. Meskipun demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk menjustifikasi kelompok tertentu bahwa mereka adalah Ashhabu Rayati Suud. Sebab ciri-ciri tersebut juga banyak dimiliki oleh banyak manusia dan kelompok, sedang riwayat yang menunjukkan asal keberadaan mereka (Khurasan) merupakan sebuah wilayah luas yang dihuni oleh banyak manusia.

Riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada darjat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi. [2]

Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fizikal tertentu secara terperinci sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.

------------------------------------


Zaman Kemunculan Ashabu Rayati Suud


Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu Rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan mendadak dan secara tiba-tiba. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kemelut peperangan dan kekusutan dunia masakini.

Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan jiwa kepahlawanan yang mereka miliki, terutama sekali jika dilihat dalam konteks sekarang dimana pihak musuh-musuh Islam telah menguasai sepenuhnya segala kemajuan dalam teknologi senjata peperangan moden. Bagaimanakah golongan ini mampu memberi kesan yang mendalam dalam percaturan dunia melainkan dengan bantuan ALLAH SWT semata-mata.

Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud ini terjadi di saat kematian seorang Raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah.

Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi syarat tersebut akan segera menjadi realiti kenyataan dengan melihat rentetan peristiwa serta pergolakan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi itu sendiri. Tony Khater. [3], seorang penganalis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Raja (Putra Mahkota) Abdullah, pemerintahan Putera Mahkota Nayef, pemerintahan Putera Mahkota Sultan, dan pemerintahan Putera Mahkota Salman.

Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang berusia 80 tahun ketika itu naik takhta menjadi Raja, maka di bawahnya terdapat tiga putera dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Putera Mahkota, Putera Mahkota Sultan, dan Putera Mahkota Salman.

Pada tahun lepas, Putera Mahkota Sultan bin Abdulaziz Al Saud pula wafat pada tanggal 23 Oktober 2011 menjadikan kini tinggal tiga putra khalifah. Sekali lagi diingatkan bahawa Riwayat Tsauban di atas mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khorasan ini terjadi di saat kematian seorang Raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan perbendaharaan bumi Ka’bah.

Pergolakan dan perkembangan politik kerajaan Arab Saudi dimasakini membuktikan dengan jelas bahawa ia berada pada tahap yang paling goyah. Raja Abdullah sudah pon berusia 89 tahun. Putera Mahkota Nayef yang berusia 78 tahun pula kini dikatakan berada dalam keadaan membimbangkan kerana penyakit kanser leukemianya kembali melanda.

Dengan semua rentetan peristiwa yang telah dan sedang berlaku kini apakah ia menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud? Apakah kita masih ingin mempertikaikan bahawa kita kini sudah berada di ambang akhir zaman yang kritikal? Apakah anda masih ingin memandang remeh tentangnya? Terpulang.


_______________________________________________

[1]. [HR. Abu Daud: Kitab al-jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.]
[2]. [Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi 2: 1467: Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini).]
[3]. [Pada laman Saudipolitics.com, 1 Januari 2004, Tony Khater, THE UNITED STATES AS UNWANTED BROKER IN ROYAL SECESSION; IT WANTS BANDAR BIN SULTAN AS CROWN PRINCE”]

_______________________________________________

Evidence suggests that Saudi Arabia's current ruling structure is on its last legs and that the leading configuration in the kingdom will undergo two changes in the course of the next year.

The senior members of the Saudi royal family are looking increasingly frail, read an article run by the Foreign Policy magazine on Tuesday.

This week, 89-year-old King Abdullah presided over the council of ministers’ meeting from his own palace in the capital Riyadh instead of traveling to the council’s building.

According to speculations, nearly-78-year-old Crown Prince Nayef bin Abdel Aziz’s cancer, probably leukemia, has also returned after a respite of several years.

Nayef left the country one month ago for Morocco, but ended up in the US for "routine" medical tests. The state news agency said on Wednesday that he has returned to the kingdom.

According to the article, in the current situation, 76-year-old Prince Salman bin Abdel Aziz, who was appointed minister of defense in November after the death of the then Crown Prince Sultan bin Abdel Aziz Al Saud, has assumed the role of leadership.

Saudi newspapers have been filled, over the recent weeks, by reports and photos of Salman visiting military units across the country.

Even if Salman becomes the king, there is no certainty that he will reign for long given his old age and evidence pointing to his poor health condition. He has had at least one stroke and photographs suggest that his left arm does not function as well as his right one.

It seems that the world's largest oil exporter and a leader in the Arab world might still be a long way from political stability, said the piece.

The prospect of Salman’s succession to the crown is vague and the question of who should accede to the throne after him, even more so, it added. In the interim, it is easy to predict an increasingly open rivalry between the sons of Abdullah, Nayef, and Salman.

The piece concluded that, given the unrest in Syria, chaos in Yemen, and diplomatic pressures on Iran, the uncertainty regarding Saudi Arabia’s immediate future is deteriorating the situation in the Middle East.

The current monarch is, meanwhile, infuriated over Washington’s refusal to share with him its views on Iran.
http://al-faedah.blogspot.com/2012/04/kerajaan-arab-saudi-yang-semakin-rapuh.html

------------------

Menyongsong Kebangkitan Islam 2020-2025




Kita pernah mendengar adanya prediksi kiamat terjadi pada tahun 2012. Sampai saat ini pun, itu tak terbukti sama sekali. Karena memang, informasi itu sama sekali tak berdasar. Hanya sensasi. Namun, kali ini akan kita bahas tentang kebangkitan kembali khilafah Islam pada tahun 2020-2025. Bukan sekedar prediksi tak berdasar. Ini adalah suatu keniscayaan, karena telah dipersiapkan untuk terjadi, dan memang telah sebagian besar terealisasi.

Demented Vision, Lembaga Observasi di Amerika mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%. 80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah. Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi.

Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%. Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) mengejar jumlah penganut Kristen. Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% pertahun, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia.

World Almanac and Book of Fact, #1 New York Times Bestseller, mencatat jumlah total umat Islam se dunia tahun 2004 adalah 1,2 milyar lebih (1.226.403.000), tahun 2007 sudah mencapai 1,5 milyar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam 3 tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang (sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara).

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam. (HR. Ahmad dan al-Bazar)

Banyak kalangan meng-kombinasikan data dan fakta yang kemudian memprediksikan bahwa Kebangkitan Islam akan terjadi pada tahun 2020.
“Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu akan melihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong!”.

Keseriusan Rasulullah Suatu kali, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkhuthbah di hadapa para sahabatnya tentang hal ini. Bahkan, tak hanya satu atau dua jam. Beliau sampai perlu melanjutkan ceramahnya dari ba’da shubuh hingga maghrib tiba, dengan diselingi sholat jama’ah ketika tiba waktunya.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah berikut:
Dari Abu Zaid, yaitu Amr bin Akhthab al-Anshari Radhiyallaahu ‘anhu katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat Subuh berjamaah dengan kami, kemudian beliau naik ke mimbar dan berkhutbah sampai masuk waktu Zuhur, kemudian beliau turun (dari mimbar) dan shalat Zuhur (bersama kami). Setelah selesai shalat Zuhur beliau naik lagi ke mimbar dan menyambung khutbahnya sampai masuk waktu Ashar, maka beliau turun dari mimbar dan shalat Ashar (bersama kami). Setelah selesai shalat Ashar beliau naik lagi ke mimbar dan melanjutkan khutbahnya sehingga tenggelam matahari. Beliau memberitahu kepada kami segala apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Maka siapa yang pandai di kalangan kami, dialah yang paling banyak menghafalnya.” (H.R. Muslim)

Syaikh Abdul Majid Az Zindani dalam khutbahnya di hadapan ribuan rakyat Yaman menyatakan bahwa Dewan Keamanan Amerika berkata di akhir laporannya kepada Obama bahwa pada tahun 2025 kaum muslimin akan mengumumkan tegaknya khilafah.

Bahwasanya Dewan Perwakilan Rakyat Rusia mereka mempunyai data tentang peperangan peradaban. Mereka berkata di dalamnya bahwa pada tahun 2020 kita akan menyaksikan bangkitnya peradaban baru bermula dari timur yaitu China sampai ke barat Samudera Atlantik.

Arab Spring yang akhir-akhir ini terjadi, mulai dari Sejak 18 Desember 2010, telah terjadi revolusi di Tunisia dan Mesir, perang saudara di Libya, pemberontakan sipil di Bahrain, Suriah, and Yaman, protes besar diAljazair, Irak, Yordania, Maroko, dan Oman, dan protes kecil di Kuwait, Lebanon, Mauritania, Arab Saudi, Sudan, serta Sahara Barat, merupakan embrio bakal awal lahirnya geliat pergerakan menuju kembalinya peradaban baru, yaitu Khilafah Islamiyah diatas Minhaj Nubuwwah.

Prediksi Bangsa Barat Seorang ahli politik bernama Samuel P Huntington, didalam bukunya yang berjudul The Clash of Civilization (1996), dia menyatakan “Bagi Barat, yang menjadi musuh utama bukanlah fundamentalisme Islam, tapi Islam itu sendiri.” Kemudian dia menguatkan dalam “Who Are We?”(2004) dengan menuliskan bahwa Islam militan telah menggantikan posisi Uni Soviet sebagai musuh utama AS.

Prinsip Kebangkitan Islam Berikut adalah beberapa prinsip agar Islam dapat kembali meraih kejayaannya:
1. Menetapkan tujuan (Al-Ghoyah)
Mencari Ridha Allah dengan memurnikan keikhlasan kepadanNya serta merealisasikan panutan kepada Nabi Shallahu alaihi wasallam.
2. Pemurnian Aqidah (A-‘Aqiidah)
Memurnikan ajaran aqidah As salaf Ash sholih global maupun terperinci.
3. Pemahaman Keislaman (Al-Fahm)
Memahami Islam secara Kaffah sebagaimana yang difahami oleh para Ulama’ yang terpercaya yang mengikuti sunnah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dan sunnah para Khulafa’ Arrasyidin.
4. Sasaran yang diraih (Al-Hadf)
Menghambakan manusia kepada Rabb nya serta menegakkan khilafah berlandaskan manhaj Nubuwah.
5. Jalan yang ditempuh (Ath-Thariiq)
Dakwah menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar dan Jihad fi sabilillah ditengah pergerakan yang bersesuaian gerakannya dengan syariat yang hanif, menolak condong atau tunduk kepada sistem kekafiran.
6. Bekal yang dibawa (Az-Zaad)
• Taqwa dan Ilmu
• Keyakinan dan tawakkal
• Syukur dan sabar
• Dzuhud di dunia dan mengutamakan akhirat
7. Perwalaan dan permusuhan (Al-Wala’ wal Bara’)
Al Wala’ wal Baro’ wujud nyata cara pandang Islam yang benar.
• hakikat islam yang tercermin dalam kalimat tauhid (laa ilaaha illallaahu) dan tuntutan serta syaratnya.
• merupakan tuntutan dari kalimat tauhid
• pembatal islam yaitu syirik, kufur, nifaq dan murtad.
8. Perkumpulan (Al-Ijtimaa’)
Untuk satu tujuan yang sama, aqidah yang satu, dan di bawah bendera pemikiran yang satu jua.Ibnu Taimiyyah: Perpecahan yang terjadi ditengah ummat, ulama’nya, masyayikhnya, pemerintahnya, pembesarnya, inilah yang menyebabkan dikuasainya musuh atas mereka yang demikian itu disebabkan karena mereka meninggalkan amal ketaatan kepada Allah dan Rasulnya.
Petunjuk Islam dalam membangun kerjasama antar lembaga Islam:
• Wihdatul ushul (kesatuan pokok dari sumber pengambilan Islam).
• Atta’addud fi takamul laa ta’arrud (beragamnya kelompok saling melengkapi bukan saling berlawanan).
• Dhobtu khilaf bi Manhaji Islam (mengembalikan perbedaan dan perselisihan kepada kaidah para salaf as sholih).


Sebab Islam Berkembang di Eropa• Islam dilihat orang barat dari perspektif sains
• Black Christian beralih menjadi Black Moslem (Karena masih adanya diskriminasi dalam gereja)
• Pengaruh Gerakan Kristen Liberal

Fase Kejayaan Islam Dan inilah 7 fase menuju kemenangan dan kejayaan umat Islam dan penegakan Daulah Islam hingga [in syaa Allaah] kekhilafahan [minimal sebagai pengusung Khilafah Islamiyyah atau Ashabu Raayati Suud-Pasukan Panji Hitam] :
1. Fase Penyadaran
Fase ini dimulai awal 2000 dan berakhir tahun 2003. Tujuannya adalah memaksa Amerika dan sekutunya la’natullah ‘alaihim keluar dari kandangnya agar mudah untuk dijangkau alias dihancurkan.
2. Fase Membuka Mata
Fase ini diencanakan berlangsung pada tahun 2003 hingga 2006. Tujuannya adalah membuat umat sadar akan kondisinya dan menguak kedok kejahatan kaum kafirin yang dikawal oleh Amerika dan semua sekutunya.
3. Fase Kebangkitan dan Berdiri
Fase ini dilaksanakan sekitar tahun 2007-2010. Tujuannya untuk menambah personil yang sipa terjun ke bebagai medan di seluruh dunia.
4. Fase Pemulihan Keadaan
Fase ini betujuan untuk menjatuhkan kekuasaan rezim-rezim tiran yang mencengkeram negara-negara Islam dengan melakukan kontak kuat secara langsung. Fase ini direncakan sekitar tahun 2010-2013.
5. Fase Memproklamasikan Negara
Pada fase ini memfokuskan untuk mendirikan Daulah Islam dengan menggabungkan berbagai organisasi jihad dunia dan Al-Qaidah yang direncakan pada tahun 2013-2016.
6. Fase Konfrontasi Total
Perang besar-besaran antara dua kubu. Kubu Mukminin dan Kubu Kafirin wa Bathilin. Perang anatar yang Haq dan yang Bathil. Perang dari sleuruh segi dan meluas ke seluruh penjuru negeri. Dengan perencanaan yang akan tejadi pada tahun 2016.
7. Fase Kemenangan Mutlaq [in syaa Allaah]
Dimulai dari Fase Konfrontasi Total yang diyakini oleh para konseptor Al-Qaidah akan berjalan singkat 3 atau 9 tahun. Yaitu dari tahun 2016 hingga 2019 atau 2025.
http://dakwahnews.com/menyongsong-kebangkitan-islam-2020-2025/

--------------------------
--------------

Dengan adanya keimanan yang tertanam dalam hati, manusia akan mengakui kekurangan dan kelemahan dirinya dihadapan Allah sehingga tidak sempat menyombongkan diri. Bahkan manusia akan selalu merendahkan diri, memohon petunjuk dan menerima kritik dari orang lain.

Sehingga bersihlah jiwanya baik dalam berperilaku maupun dalam beramal zariyah yang pada akhirnya makin meningkatlah rasa taqwanya pada Allah.


Sumber Artikel (wisatapedia.web.id)
Sumber Gambar (dari berbagai sumber)




---------------

Sumber asli ;
https://granadamediatama.wordpress.com/poster/penciptaan-alam-semesta-dalam-al-quran-dan-sains/






Bila anda akan meng-copy atau memperbanyak bahasan artikel ini, seyogyanya anda tetap mencantumkan sumber pada Sumber asli dan bahan tulisan di atas.


Demikian artikel tentang Ashabu Raayati Suud bag.1
Semoga bisa menjadi hiburan dan terutama menambah wawasan anda ...

bersambung ke Ashabu Rayati Sud (Pasukan Panji Hitam) Bag.2


Kembali ke Halaman Utama >>>>
Pemikiran dan Pandangan Modern Dalam ARTIKEL AKHIR ZAMAN


I Hope you like the post. Stay connected for more...


Edit; wawansurya
Sumber utama bahasan;
http://wawansurya.de.vu
http://wawansurya.tk
http://wawansurya.infos.st
http://wwbisnis.blogspot.com
www.affiliate-waones.com
http://waones-sbm.blogspot.com
http://mitra-sbm.blogspot.com

Terima kasih sudah Mau Berkunjung Keblog Ini .. bila ada yang tidak berkenan .... Comment aja ... yah!!!

merchant 
Search Engine

Artikel Menarik Lainnya :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apabila ada saran atau dalam posting ada kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf. terima kasih sudah mampir di blog saya.